Suara.com - Persaudaraan Alumni 212 tak peduli Prabowo Subianto datang ke Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8/2019) kemarin. PA 212 merasa sudah tidak punya urusan lagi dengan Prabowo.
Sekjen Persaudaraan Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar mengatakan apa yang dilakukan Prabowo merupakan hak pribadi miliknya. PA 212 juga sudah melepaskan diri dari Prabowo seiring berakhirnya pilpres 2019.
"Saya nggak ada komentar. Itu urusan nya Pak Prabowo. 212 sudah nggak punya urusan lagi. Ya biarkan dia sebagai tokoh bangsa ya silahkan saja mau hadir di kongres mau nggak hadir bukan urusan kita kok. Hak-haknya Pak Prabowo kita nggak bisa masuk ke ranahnya mereka," kata Bernard kepada wartawan, Jumat (9/8/2019).
PA 212 juga tidak lagi berkomunikasi ihwal pilpres atau politik bersama Prabowo. Namun, kata dia, silaturahmi perihak urusan lainnya masih tetap terjalin.
"Kalau masalah pilpres masalah apa sudah selesai, kita sudah tidak ada lagi sangkut pautnya apalagi dalam Ijtima Ulama ditekan kan sudah selesai sekarang sudah. Sekarang pribadinya mau melakukan apapun, partainya melakukan apapun silakan saja. Kalau kita gakada urusannya juga, nggak ada ininya ranah mengomentari atau apa nggak ada," tutur Bernard.
Berita Terkait
-
Ferdinand Sindir Prabowo Akrab dengan Mega: Setelah Rakyat Korban Nyawa
-
Kesimpulan Ferdinand: Jokowi Punya Karakter Pemimpin, Prabowo Tidak Punya
-
Kongres PDIP di Bali: Momen Kehangatan Prabowo - Megawati hingga Ahok
-
Makin 'Lengket' dengan Mega, Lieus: Enggak Apa-apa, Prabowo Keren
-
Senang Bertemu Prabowo di Kongres V PDIP, Ahok: Saya Sempat Salaman
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto