Suara.com - Lini masa Twitter belum lama ini digemparkan oleh curhatan P (25), perempuan yang mengalami pelecehan saat menggunakan jasa pijat online.
Lewat media sosial pribadinya, wanita tersebut menjelaskan kronologi lengkap terkait pelecehan yang terjadi.
Ia mengaku baru kali pertama memanfaatkan jasa pijat yang dipesan secara online dan langsung ketiban apes.
Setelah memesan lewat aplikasi, P mengaku mendapat terapis pria. Sesaat kemudian pemijat itu datang ke alamat yang diberikan P.
Keduanya lantas melakukan obrolan sembari terapis memijat bagian kaki dan pundak selama 90 menit.
Setelah selesai terapis meminta bintang dari pelanggan, P memberikan penilaian maksimal, bintang lima.
"Dan tepat pukul 20.53 waktunya habis, yang bersangkutan minta untuk diberi bintang bagus, karena aku berfikir sejauh ini baik-baik saja jadi aku kasih bintang sangat puas," tulis P, Rabu (14/8/2019)
Namun tak diduga, setelah itu terapis berusaha untuk mencium pipi, seketika P menolak dengan halus lantaran menganggap pelaku lebih tua darinya.
Tak berselang lama, ternyata pelaku berusaha memeluk korban dari belakang setelah mencuci tangan di kamar mandi. Hal itu membuat korban geram sampai akhirnya berbicara dengan nada tinggi.
Baca Juga: Driver Ojol Lecehkan Penumpang, Grab Diminta Buat SOP Cegah Pelecehan
"Sesaat setelah kejadian saya sampai deg-degan. Dari awal saya enggak curiga sama sekali sama bapak itu, orangnya ramah. Awalnya saya menolak secara halus karena dia lebih tua daripada saya. Tapi nada saya berubah jadi tinggi saat dia berusaha untuk kedua kalinya," ungkap P, saat kepada SUARA.com saat dihubungi lewat sabungan telepon, Jumat (16/8/2019).
Direspons pihak Gojek
Setelah menuliskan tindak pelecehan yang dialami di Twitter, P langsung ditanggapi oleh pihak Gojek.
Penyedia jasa online tersebut meminta maaf kepada korban dan berjanji akan menyelidiki kasus tersebut.
P plantas mengakui dihubungi langsung oleh pihak yang bersangkutan setelah mencurahkan keluhannya lewat surat elektronik.
"Iya dihubungi langsung sama pihak Go-Life pagi hari setelah kirim e-mail keluhan. Mereka minta maaf atas tindakan yang dilakukan mitranya dan berjanji memberi sanksi tegas ke pelaku bila terbukti," ungkap P.
Sore harinya, wanita yang kini bekerja di Tangerang tersebut mengungkap dirinya kembali dihubungi pihak Go-Life.
Mereka mengonfirmasi nasib terapis yang melakukan tindak pelecehan sudah diputus mitra. P berharap tidak ada lagi korban yang mengalami nasib serupa.
"Semoga ke depannya tidak ada lagi korban seperti saya," tutup P.
Berita Terkait
-
Viral! Pria Dilecehkan di Angkot Cipayung, Pelaku Dikepung Warga, Polisi Buru CCTV
-
Sampai Disorot DPR! Sahroni Desak Pria Cabuli Anjing di Penjaringan Diseret ke Meja Hijau
-
Aksinya Terekam Video! Pria di Penjaringan Ditangkap usai Cabuli Anjing di Toko Hewan
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
After the Hunt: Dialog Filosofis tentang Moralitas dan Dinamika Generasi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!