News / Nasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 17:20 WIB
Gus Idris pendakwah asal Malang, Jawa Timur. (Ist)
Baca 10 detik
  • Manajemen Gus Idris membantah keras tuduhan pelecehan seksual, mengaitkannya dengan miskomunikasi internal yang menyebar sebagai fitnah.
  • Klarifikasi ini disampaikan secara resmi oleh manajer Gus Idris pada Rabu, 4 Februari 2026, menepis isu tersebut.
  • Pihak Gus Idris menekankan pentingnya tabayun (klarifikasi) dalam menyaring informasi agar reputasi tidak rusak.

Suara.com - Pihak manajemen Gus Idris akhirnya angkat bicara terkait tudingan dugaan pelecehan seksual yang belakangan ini viral di media sosial.

Raditana, Manajer Gus Idris, menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar pada fakta valid. Menurutnya, kegaduhan ini muncul murni karena adanya miskomunikasi di tingkat manajemen yang kemudian berkembang menjadi fitnah.

Raditana menjelaskan, bahwa informasi awal yang tersebar ke publik merupakan pernyataan yang keluar dari konteks.

“Karena tidak ada klarifikasi yang memadai pada saat itu, narasi keliru tersebut menyebar luas dan menyudutkan nama baik Gus Idris,” ujarnya dalam keterangan persnya, Rabu (4/2/2026).

Ia memastikan bahwa sang ulama tidak terlibat sedikitpun dalam persoalan yang dituduhkan tersebut.

Dikenal Sebagai Ulama Santun

Menurut dia, selama ini, Gus Idris memiliki reputasi sebagai pendakwah yang sangat menghormati kaum perempuan. Di mana dalam setiap aktivitas dakwahnya, ia selalu mengedepankan akhlak mulia, kelembutan, dan toleransi.

Karakter inilah yang membuat banyak jemaah dan tokoh masyarakat menyayangkan beredarnya isu negatif yang tidak sesuai dengan rekam jejak Gus Idris.

Dia mengatakan, banyak pihak menilai tuduhan tersebut sangat kontras dengan integritas Gus Idris selama ini.

Baca Juga: Gus Idris Malang Viral, Dugaan Pelecehan Berkedok Syuting Konten YouTube

"Para jemaah mengenal beliau sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam kehidupan sosial serta konsisten menjaga martabat manusia dalam setiap ceramahnya," terangnya.

Pentingnya Budaya Tabayun

Menanggapi situasi ini, pihak Gus Idris mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya prinsip tabayun atau klarifikasi dalam menyikapi isu-isu sensitif agar tidak ada pihak yang menjadi korban fitnah.

Sementara itu, Ketua Tim Manajemen Dakwah Gus Idris, Bagus Dermawan, turut memberikan pernyataan terkait dampak dari kesalahpahaman ini. Ia mengingatkan bahwa penyebaran berita tanpa verifikasi bisa berakibat fatal bagi reputasi seseorang.

"Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua bahwa miskomunikasi yang tidak segera diluruskan dapat berdampak luas dan mencederai nama baik seseorang. Kami berharap masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi serta senantiasa menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kehati-hatian," ujar Bagus.

Load More