Suara.com - Pusat administrasi Malaysia diketahui berpusat di Putrajaya. Kota tersebut terhubung dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
Putrajaya belakangan disebut-sebut oleh pemerintah Indonesia, khususnya dalam pembahasan wacana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan.
Jurnalis Suara.com baru-baru ini berkunjung ke kawasan Putrajaya.
Selain digunakan untuk pusat administrasi Malaysia, di kawasan Putrajaya juga terdapat beberapa tempat wisata yang asik untuk dikunjungi.
Diantaranya Masjid Putra. Masjid yang dibangun sekitar tahun 1997 itu bersebelahan dengan Perdana Putra, atau kantor Perdana Menteri Malaysia. Di kawasan ini juga ada Danau Putrajaya.
Istana Keadilan Malaysia juga berada di sana. Kemudian terdapat gedung Dataran Kemerdekaan Putrajaya, Istana Darul Ehsan, Millennium Monument, dan Putrajaya Ministry of Finance, dan masih banyak lagi.
Untuk wisatwan yang ingin merasakan suasana berbeda melihat pemandangan di kawasan Putrajaya juga bisa menaiki Putrajaya Cruise atau kapal santai yang akan berkeliling di Danau Putrajaya.
Pada kapal yang dapat menampung sekitar 70 orang ini pengunjung dapat melihat Masjid Putrajaya, Jembatan Putrajaya, serta berbagai bangunan pemerintahan Malaysia.
Baca Juga: Prabowo: Pindah Ibu Kota Sudah Lama Diperjuangkan Gerindra
Berlayar di danau dengan menggunakan kapal santai ber-AC ini lebih indah saat petang atau malam hari. Dimana pengunjung dapat melihat gedung-gedung penting dan jembatan yang sudah dihiasi lampu LED melalui jendela kacanya.
Di kapal yang berlayar sekitar 1,5 jam mengelilingi danau ini pengunjung juga bisa merasakan makan malam di dalam kapal. Selain itu, mereka juga bisa nik ke roof top kapal untuk melihat keindahan di sekeliling kawasan Putrajaya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan ibu kota Indonesia yang baru bukan merupakan daerah otonomi baru.
Di mana ada kemungkinan, Ibu Kota baru nantinya akan menjadi wilayah pusat administrasi seperti di Putrajaya, Malaysia.
"Secara prinsip pemerintahan ini yang saya pahami bukan merupakan daerah otonomi baru. Ya (menjadi wilayah) khusus, ya seperti Putrajaya lah di Malaysia," ujar Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai