Suara.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW menyebut MPR bakal mengakomodir usulan penambahan pimpinan menjadi 10 kursi. Pembahasan juga sempat dilakukan oleh fraksi-fraksi meski belum final.
Hidayat berujar untuk keputusan terkait penambahan kursi pimpinan MPR baru akan diambil dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab) MPR pada akhir Agustus 2019 nanti.
"Secara prinsip itu bagian dari pada wacana yang berkembang dan tentu pimpinan MPR akan mengakomodasi wacana-wacana yang ada, keputusannya tentu akan diambil dalam rapat gabungan pimpinan MPR dengan pimpinan fraksi dan kelompok anggota MPR, mungkin akan dilakukan pada akhir Agustus ini, tunggu saja nanti waktunya," kata Hidayat di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2019).
PKS sendiri kata Hidayat akan mengikuti alur pembahasan tersebut. Sebab formasi pimpinan MPR usai era reformasi memang terus berubah-ubah dari tahun ke tahun.
Ia mengambil contoh pada tahun 1999, di mana MPR memiliki cukup banyak pimpinan lantaran terdiri dari seluruh fraksi yang mempunyai anggota di MPR. Lalu berlanjut pada 2004, di mana pimpinan MPR kembali berubah. Saat itu pimpinan MPR terdiri dari dua dari anggota DPR dan dua DPD. Hingga terus mengalami perubahan sampai saat ini.
"Kalau kami di PKS, kami ikuti aturan saja, kalau aturannya memang lima ya sudah laksanakan lima, paketnya seperti apa, ya ikuti saja aturan saja ya. Kalau nanti misalnya kawan-kawan itu menyetujui untuk kemudian karena memang dalam konteks pimpinan MPR kita mempunyai itu kita mempunyai pola yang berbeda setiap tahunnya setiap periodenya," Hidayat menjelaskan.
Berita Terkait
-
Sebut Pimpinan MPR Cuma Simbolik, Fahri Hamzah: Kayak Penerima Tamu Saja
-
MPR Bakal Gelar Rapat Tertutup Malam Ini, Bahas Tatib Pimpinan MPR
-
KIK Buka Peluang 10 Pimpinan MPR, Fadli Zon: Saya Kira Bagus-bagus Saja
-
Koalisi Jokowi Buka Peluang MPR Dipegang 10 Pimpinan
-
PAN Usul Pimpinan MPR 10 Kursi, Surya Paloh: Kenapa Tidak 50?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan