Suara.com - Ketua dan Komisioner KPU menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019). Dalam pertemuan itu mereka menyampaikan hasil evaluasi Pileg dan Pilpres 2019 serta kesiapan Pilkada 2020.
Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan Wapres JK dalam waktu dekat juga akan menerima penghargaan dari penyelenggara pemilu. Selain JK, ada sejumlah tokoh yang bakal mendapatkan penghargaan serupa.
Arief mengatakan tokoh-tokoh tersebut memberikan konstribusi luar biasa atas pelaksanaan pemilu di Indonesia.
"Bukan hanya sekadar beliau wakil presiden, beliau orang partai bukan, tapi banyak hal, termasuk pendapat-pendapat beliau tentang penyelenggaraan pemilu itu," kata Arief seusai pertemuan.
"Kita kutip, kita pelajari sebenarnya ada beberapa kandidat, terakhir kita merumuskan 3 kandidat, terus dalam rapat pleno akhirnya menyepakati pak JK layak menerima ini," sambungnya.
Sudah tiga kali KPU memberikan penghargaan. Penghargaan pertama diberikan kepada Presiden ke-3 RI B.J. Habibie pada 1999, penghargaan kedua diberikan ke Prof. Ramlan Surbakti, dan penghargaan ketiga ini akan diberikan kepada JK.
Alasan lain KPU akhirnya memutuskan untuk memberikan penghargaan tersebut kepada JK ialah karena dinilai selalu bisa mendapatkan jalan keluar dari banyaknya masalah yang bergulir ketika pemilu berlangsung.
"Peran dia di demokrasi dan pemilu kita. Dalam beberapa kerumitan menyelesaikan polemik, problem soal pemilu, ternyata Pak JK bisa memberikan jalan keluar untuk itu," kata Arief.
Baca Juga: Datang ke DKI untuk Ikut Sidang di Bawaslu, Anggota KPU Kalbar Meninggal
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya