Suara.com - Nasib menyedihkan dialami oleh bocah SD asal Labuhan Batu, Sumatera Utara yang menjadi korban penganiayaan oleh teman sekolahnya. Kisahnya menjadi viral setelah videonya tersebar di media sosial.
Dalam video berdurasi 45 detik yang dibagikan akun Twitter @yuzanst, terlihat seorang bocah SD yang menangis sesenggukan di gedung sekolah.
Tiba-tiba datang anak berseragam merah putih yang langsung menendang kepala bocah itu. Tak lama, seorang lainnya pun menendang dan memegang kepala korban.
Tindakan penganiayaan dilakukan berulang kali, sedangkan korban hanya bisa menangis kesakitan.
Dalam video lain, bocah SD korban penganiayaan terlihat dipeluk seorang guru dan disalami beberapa orang.
Disebutkan, camat setempat tempuh jalur damai dengan memberikan uang kepada korban.
"Iya kan sudah damai tadi, dikasih uang Pak Camat kan?" kata seorang wanita yang mengelus kepala korban.
Sementara itu, mengutip informasi dari akun Instagram @medanzon, anak yang menjadi korban diketahui berinisial AR.
Ia menjadi korban pemukulan oleh teman sekolahnya berinisial A dan R. Kedua pelaku penganiayaan itu sebelumnya terlibat perkelahian dengan bocah bernama W.
Baca Juga: Damai dengan Korban Penganiayaan, Kriss Hatta Bebas Hari Ini?
Namun keduanya diiming-imingi uang untuk memukuli AR pada Rabu (21/8/2019) pukul 06.30 WIB.
Setelah videonya viral, sejumlah pejabat seperti DPD KNPI, Kadis Pendidikan Labuhanbatu Utara, Camat Kualuh Selatan, KPAID Labuhan Batu dan Kades Siamporik mendatangi AR untuk memastikan kondisinya.
Kekinian AR menjalani pemeriksaan fisik dan psikis setelah menjadi korban penganiayaan. Sementara kasusnya tengah diselesaikan lewat jalur kekeluargaan.
Berita Terkait
-
Ditinjau Gubsu Bobby Nasution dan Komisi VII DPR RI, PRSU Bakal Masuk Kalender Event Nasional
-
Bobby Terima Penghargaan Adinata Syariah, Bukti Sumut Berkontribusi bagi Penguatan Ekonomi Nasional
-
Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir
-
Gubsu Bobby Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Catat Surplus Rp521,494 M
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa
-
Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai
-
Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri
-
Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee
-
KPK Siap Supervisi Kasus Jampidsus Febrie: Tak Ada Kata Tidak Siap!
-
Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?
-
KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul
-
'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung
-
Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok
-
Keranda Khas Gorontalo Iringi Pemakaman Militer Rachmat Gobel di TMP Kalibata