Suara.com - Bule asal Australia bernama Rick O'Miara (26) yang beberapa waktu lalu videonya sempat viral karena buang air kecil atau pipis di depan sebuah pertokoan di Jalan Baypas Ngurah Rai, Bali kini telah diamankan Satpol PP Badung.
"Iya hari ini sudah ditemukan bule itu, dan posisinya sekarang di imigrasi, paspornya juga sudah ditemukan sekitar hotelnya yang ada di dekat Kampung Kepiting," kata Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Kerta Suryanegara, Badung, Kamis (29/8/2019).
Beberapa waktu lalu, pihak satpol PP sempat kehilangan jejak Rick O'Miara, namun hari ini bisa ditemukan di depan pertokoan dalam posisi terlentang. Sebelumnya, warga asing asal Australia ini ditangkap oleh petugas Jagabaya (petugas keamanan di Desa) karena tidak membayar makan dan langsung pergi.
"Jadi dia makan di warung dan langsung pergi, terus diteriakin sama pedagangnya, dan ada Jagabaya di sana, lalu diteriakin sampai si bule ini ditangkap," jelasnya.
Setelah ditangkap pihak Jagabaya, lalu Rick O'Miara dibawa oleh pihak Satpol PP untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak Imigrasi. Setelah dua jam berselang, bule Australia ini baru bicara identitas dan paspornya.
"Kemungkinan, paspornya ini ditahan pihak hotel tempat dia menginap, karena dia nggak bisa bayar hotel dan juga makannya, sekarang oleh pihak Imigrasi akan melakukan koordinasi dengan Kedutaan Australia," ujar Suryanegara.
Dalam minggu ini, pihaknya mengaku telah menangani warga asing di Bali, tiga hari berturut - turut, mulai dari menjadi pengemis hingga pura-pura dalam kondisi mabuk.
"Kemarin orang stres, dua hari lalu, karena stres juga, bayangin aja dalam seminggu ada tiga kali kasus kayak gini, saya rasa, bule datang ke sini cuma bermodal tiket pulang pergi aja, karena di sini juga nggak jelas, ada yang ngemis, gepeng, pura-pura mabuk," katanya.
Pihaknya mengharapkan agar kedepannya penerimaan kedatangan warga asing ke Bali lebih selektif lagi dan juga untuk tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas juga perlu diperhitungkan. (Antara)
Baca Juga: Bule Australia Pelaku Pedofilia Ditangkap Polres Banyuwangi
Berita Terkait
-
Istri Ge Pamungkas Unggah Foto Ciuman, Warganet: Jomblo Cuma Bisa Berkhayal
-
5 Berita Bola Pilihan: Alexis Menuju Inter, Bali United Tak Tergoyahkan
-
Hasil Liga 1 2019: Tekuk Borneo FC, Bali United Kukuh di Puncak Klasemen
-
Bule Australia Pelaku Pedofilia Ditangkap Polres Banyuwangi
-
Bali Kembali Gelar Triathlon, Peserta Datang dari Puluhan Negara Berbeda
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Kakak Korban Tewas Diduga Dipukul Brimob di Tual Dipastikan Dapat Perlindungan
-
Bripda DP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel, Pihak Keluarga Tuntut Keadilan
-
Riwayat Positif Sabu Jadi Sorotan, Plh Kapolres Bima Kota Langsung Diganti!
-
Setahun Pimpin Jakarta, Rano Karno Klaim 97 Persen Program Tuntas, Fokus Banjir dan Macet
-
Dua Bus Transjakarta 'Adu Banteng' di Jalur Langit Koridor 13
-
Sabah Diguncang Gempa M 7,1, Getaran Terasa hingga Kaltara
-
Prediksi Cuaca Hari Ini, Cek Daerah Berpotensi Hujan Deras Disertai Petir
-
Gempa M 7,1 Guncang Wilayah Kalimantan, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Bisa Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal
-
DPR Desak Proses Pidana Oknum Brimob dalam Kasus Tewasnya Pelajar di Maluku Tenggara