- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak pelaku pembunuhan sesama WNA Brunei di Jakarta segera dideportasi.
- Insiden di Blok M terjadi karena pelaku memukul kepala korban dengan botol akibat dipicu masalah pribadi.
- Sahroni meminta pihak Imigrasi mencekal pelaku agar tidak dapat masuk kembali ke wilayah Indonesia di masa depan.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan respons tegas terkait kasus perkelahian maut yang melibatkan dua warga negara (WNA) asal Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Sahroni meminta agar pelaku segera dideportasi ke negara asalnya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa tragis tersebut melibatkan Muhammad Imran Ali (MIA) alias Woodyrman sebagai pelaku, dan MHF (30) sebagai korban yang juga merupakan warga negara Brunei.
Polisi mengungkap bahwa pelaku memukul kepala korban menggunakan botol yang disimpan di dalam tas hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Menanggapi hal itu, Ahmad Sahroni menilai bahwa memproses hukum pelaku di Indonesia akan memakan waktu yang cukup lama karena melibatkan koordinasi antarnegara.
"Segerakan dideportasi agar tidak terlalu lama prosesnya di Indonesia, karena keduanya adalah WNA," ujar Sahroni kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).
Politisi Partai NasDem ini menambahkan bahwa jika perkara ini diproses sepenuhnya di Indonesia, kendala birokrasi dan koordinasi dengan Pemerintah Brunei Darussalam akan menjadi tantangan tersendiri.
"Kalau perkara dilakukan di Indonesia, akan memakan waktu untuk berkoordinasi dengan negara lain, yaitu Brunei," lanjutnya.
Tak hanya mendesak pendeportasian, Sahroni juga meminta pihak Imigrasi untuk mengambil langkah preventif di masa depan.
Baca Juga: Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya
Ia menegaskan bahwa pelaku harus mendapatkan sanksi berat berupa larangan masuk kembali ke wilayah Indonesia.
"Wajib di-blacklist masuk Indonesia karena dia diduga membunuh teman senegaranya sendiri," tegas Sahroni.
Sebelumnya, Polisi mengungkap motif di balik aksi perkelahian berujung maut, yang dilakukan oleh warga negara Brunei Darussalam, Muhammad Imran Ali (MIA) alias Woodyrman.
Woodyrman saat itu terlibat perkelahian dengan warga negara Brunei lainnya, berinisial MHF (30) di kawasan Blok M.
Pelaku saat itu memukul bagian kepala korban menggunakan botol yang berada di dalam tas.
"Insiden tersebut disebabkan adanya masalah pribadi antara pelaku dan korban," ujar Katimsus Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel, saat dikonfirmasi, Kamis (28/52026).
Breggy menuturkan pertengkaran keduanya terjadi akibat pelaku tersulut emosi lantaran tidak terima ditegur oleh korban.
Berita Terkait
-
Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya
-
Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang
-
Saling Kenal dan Mabuk, Ini Motif Selebgram Brunei Woodyrman Hantam Rekannya hingga Tewas
-
Selebgram Brunei Woodyrman Akui Mabuk saat Hantam Rekannya Pakai Botol hingga Tewas
-
Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung
-
Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis
-
Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG
-
Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal
-
LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG
-
Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie
-
Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik
-
Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal
-
Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu
-
Detik-Detik Evakuasi Truk Towing yang Tersangkut JPO Tendean, Crane Besar Diterjunkan