Suara.com - Demonstran pro-demokrasi Hong Kong memblokir jalan menuju bandara internasional di kota itu sebagai bagian dari demonstrasi pada hari Minggu (1/9/2019).
Akibat aksi blokir jalan itu, beberapa penerbangan di Bandara Hong Kong dibatalkan dan pihak berwenang, menangguhkan layanan kereta ekspres ke Bandara.
Ketika pejabat kota Hong Kong memeriksa kerusakan Minggu malam yang disebabkan demonstran, para pejabat membela tindakan polisi ketika kota itu menjadi medan pertempuran, yang dipicu orang-orang muda yang memperjuangkan kehidupan demokrasi.
Polisi membalas serangan bom molotov, api unggun, lemparan batu bata dan penghalang jalan dengan meriam air, gas air mata, pemukulan dan bahkan tembakan dengan peluru tajam yang diarahkan ke udara.
Pejabat pemerintah mengatakan tindakan polisi bisa dibenarkan.
Matthew Cheung, Kepala Sekretaris Pemerintah Hong Kong, mengutuk keputusan demonstran untuk menggunakan kekerasan dan mengatakan adalah tidak bertanggung jawab bagi penduduk untuk terlibat pemogokan umum yang direncanakan Senin.
Sumber: VOA Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar