Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan atau Menkopolhukam Wiranto mengklaim masih ada hoaks masih berseliweran di Papua dan Papua Barat. Salah satunya soal kabar ada demo susulan di Manokwari.
Wiranto mengatakan hal itu hoaks. Kabar itu disebut bagian dari provokasi.
"Memang ada hasutan, provokasi, hoaks. Adanya demo-demo susulan terjadwal tanggal sekian. Saya katakan tadi, ini hoaks," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam Jakarta, Rabu (4/9/2019).
Wiranto juga mengatakan masih ada pihak yansg ingin membuat kacau Papua dan Papua Barat. Alasan itu lah yang menjadikan Kepolisian Indonesia menambah personel ke sana.
"Itulah mengapa kita sampai sekarang masih coba untuk membatasi kegiatan internet," kata dia.
Wiranto mengatakan pencabutan blokir internet belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Sebab keamanan dan penyebaran hoaks di sana belum mereda.
"Kita tunggu dulu karena masih ada informasi-informasi mau ada demo susulan, masih akan ada ini, ada itu, yang meluluhkan suasana, berarti belum kondusif betul, tunggu saja, sabar," kata Wiranto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan