Suara.com - Polres Bogor mengungkap kasus sodomi terhadap anak berinisial MM (12) di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasus tersebut baru terungkap setelah posisi menggali kuburan korban untuk diautopsi.
Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, kasus sodomi itu berawal saat korban pamit mengikuti Istigasah pada 3 Agustus 2019.
Namun, korban tak kunjung pulang ke rumah hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia keesokan harinya.
"Korban ditemukan meninggal di sawah samping rumah warga dengan luka jeratan di leher juga gigitan di tangan dan kaki," kata Dicky, Senin (9/9/2019).
Kemudian, jasad korban langsung dibawa oleh pihak keluarganya untuk dimakamkan. Dua hari kemudian, anggota Babinkamtibmas setempat mendapat laporan ada salah satu warga yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.
"Kemudian dilaporkan ke Unit Reskrim Babakan Madang dan langsung memeriksa tempat kejadian perkara juga mencari saksi-saksi," tambahnya.
Karena terdapat kejanggalan dengan kematiannya, polisi meminta izin kepada pihak keluarga untuk membongkar makam korban agar dilakukan autopsi. Akan tetapi, keluarga menolak permintaan tersebut.
"Lima hari kemudian keluarga korban melaporkan kejadian itu ke polisi dan bersedia dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian," ucap Dicky.
Akhirnya, polisi membongkar makam korban untuk dilakukan autopsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, MM diduga kuat menjadi korban pembunuhan yang disertai dengan kekerasan seksual dari luka di tubuhnya.
Baca Juga: LPSK Kecewa Jokowi Kasih Grasi ke Guru JIS yang Sodomi Anak
"Setelah penyelidikan mengarah kepada pelaku dan akhirnya berhasil ditangkap berinisial J (35) di daerah Garut. Pelaku ini masih tetangga korban," jelas Dicky.
Kronologi Pembunuhan
Kapolsek Babakan Madang Ajun Komisarir Silfia Sukma Rosa mengatakan, pelaku J mengakui sudah tiga kali menyodomi korban dengan mengiming-imingi sejumlah uang.
Namun, saat aksi terakhirnya, pelaku tidak memiliki uang sehingga korban mengancam melaporkan perbuatannya kepada orang tuanya.
"Jadi ketika korban pergi istigosah bertemu dengan pelaku di jalan kemudia diajak ke persawahan sambil diimingi uang Rp 20 ribu. Ketika sudah disodomi, pelaku ternyata tidak punya uang, lalu korban ancam mau melapor ke orangtuanya," beber Silfia.
Setelah terlibat cekcok mulut, korban berusaha kabur dan dikejar oleh pelaku yang panik. Nahas, korban berhasil ditangkap pelaku kemudian lehernya dijerat dengan kain sarung serta digigit di bagian tangan dan kaki hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berita Terkait
-
Ini Hasil Pertemuan 22 Kepala Daerah se-Indonesia di Kota Bogor
-
5 Berita Kesehatan: Viral Perawat RSUD Bogor, Terapi Kanker Ria Irawan
-
Cari Solusi Selain One Way, Polisi Bakal Uji Coba Rekayasa Lalin di Puncak
-
Wanita di Bogor Diselingkuhi hingga Alami KDRT, Kini Suami Jadi Buron
-
Cocok untuk Liburan Keluarga, Ini 5 Potret Hijaunya Kebun Raya Cibodas
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!
-
Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi
-
Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih
-
Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap
-
Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius
-
DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta
-
Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot