Suara.com - Ratusan kios dan rumah warga di Agats, Kabupaten Asmat, Papua dilaporkan terbakar. Ratusan bangunan luluh lantah dilalap api pada Selasa (17/9/2019) dini hari waktu setempat.
Kapolres Asmat AKBP Andy Henoch menduga kebakaran yang terjadi di Agats yang menyebabkan 100 kios dan rumah warga terbakar itu akibat korsleting atau arus pendek listrik.
Dugaan itu setelah anggota meminta keterangan dari salah satu warga, kata Henoch sebagaimana dilansir Antara dari Jayapura, Selasa.
Menurut dia, dari keterangan sementara terungkap ada warga yang sempat melihat salah satu meteran listrik terbakar hingga menyebabkan sekitar 100 kios dan rumah warga ludes terbakar.
Cepatnya api membakar akibat bangunan yang ada terbuat dari kayu dan mudah terbakar sehingga api baru dapat dipadamkan pada Selasa sekitar pukul 07.00 WIT.
“Tidak ada korban jiwa namun belum diketahui dengan pasti berapa besar kerugian akibat kebakaran tersebut,” ujar AKBP Henoch.
Untuk memastikan penyebab kebakaran polisi masih melakukan penyelidikan, sedangkan warga yang menjadi korban sudah dievakusi ke rumah warga yang tidak terkena musibah.
"Ini musibah kebakaran yang paling besar di Asmat yang terjadi di musim kemarau," kata salah seorang warga Agats yang terdampak peristiwa kebakaran itu, Latuconsina.
Warga lainnya, Nasrianto mengatakan bahwa ia bersama keluarga memilih mengungsi dari perumahan di Pasar Dolog ke Jalan Nusantara Satu.
Baca Juga: KLHK Klaim Australia Ikut Picu Kebakaran Hutan di Kalimantan
"Kami khawatir, api merambat dengan cepat dan sudah sampai di Jalan Dolog, sehingga kami sekeluarga langsung pindah." katanya.
Peristiwa kebakaran itu juga heboh di media sosial. Salah satu akun Twitter @jayapuraupdate mengunggah sejumlah foto saat kebakaran di Agats melanda diserta foto lain kondisi setelah insiden terjadi.
Berita Terkait
-
Dampak Kabut Asap Tidak Hanya Pengaruhi Paru-paru, Tapi Jantung Juga!
-
KPA: Pemerintah Setop Jadikan Warga Kalimantan Kambing Hitam Karhutla
-
KLHK Klaim Australia Ikut Picu Kebakaran Hutan di Kalimantan
-
Kebakaran Hutan, Dede Yusuf Minta Kemenkes Lakukan Ini Segera
-
Penajam Paser Utara, Ibu Kota Negara Baru Dikepung Asap Kebakaran Hutan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara