Suara.com - Jika melihat unjuk rasa mahasiswa kekinian, tentunya teringat dengan aksi pada tahun 1998 ketika mahasiswa menumbangkan rezim orde baru.
Pada 1998, gerakan reformasi yang dimotori oleh para mahasiswa berhasil menjatuhkan Presiden ke-2 RI Soeharto yang sudah berkuasa selama 30 tahun.
Aksi massa ini mulai terjadi sejak Soeharto menyatakan bersedia dipilih kembali sebagai presiden usai Partai Golkar yang berkuasa, memenangkan Pemilu 1997.
Rentetan kerusuhan yang terjadi selama Mei 1998 di sejumlah wilayah di Indonesia akhirnya berujung pada mundurnya Soeharto pada 21 Mei 1998.
Gerakan tersebut memunculkan sejumlah nama aktivis yang sekarang beberapa di antaranya telah duduk menjadi wakil rakyat di DPR.
Jika dulu mereka menduduki gedung DPR sebagai mahasiswa, kekinian mereka menduduki gedung tersebut sebagai anggota dewan.
Nah, di jagat media sosial, akun jejaring sosial Twitter miliiknya @dianakimaulana mengunggah foto-foto mantan aktivis 1998 yang kini menjadi anggota DPR.
"Aku yang dulu bukanlah yang sekarang," tulis akun @dianakimaulana mengomentari perbandingan tersebut.
Berikut foto-foto mereka seperti dirangkum Suara.com, Rabu (25/9/2019):
Baca Juga: Pasca Demo Rusuh di DPR, Jokowi Batal ke Muktamar PBB Hari Ini
1. Fahri Hamzah
3. Fadli Zon
Berita Terkait
-
Pasca Demo Rusuh di DPR, Jokowi Batal ke Muktamar PBB Hari Ini
-
Siswa STM Mau Aksi Bantu Kakak Mahasiswa di DPR, Tapi Malah Dijemur Polisi
-
Pendarahan Otak hingga Patah Tulang, Faisal Korban Demo DPR Jalani Operasi
-
Larang Mahasiswa Demo, Melody Prima Kena Kecam Warganet
-
Polisi Larang Anak STM Demo DPR: Mereka Nggak Peduli Kalian Mati!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?