Suara.com - Pelaksana Tugas Menteri (Plt) Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Tjahjo Kumolo mengawali tugasnya menjadi inspektur upacara di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019) pagi.
Dalam kesempatan pertamanya itu, Tjahjo berpesan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenkumham untuk berhati-hati dalam menyerap informasi yang belum tentu benar asal-usulnya.
Tjahjo memimpin upacara pagi di halaman kantor Kemenkumham. Ia mengingatkan kepada seluruh peserta upacara untuk tidak merugikan nama diri sendiri ataupun lembaga Kemenkumham.
Salah satu yang ia tekankan ialah bagaimana seluruh peserta upacara untuk bisa mencermati berita-berita yang tersebar di media sosial.
"Hati-hati terhadap seluruh berita hoaks misalnya, jangan langsung disebar, dicermati dulu benar atau tidak," kata Tjahjo saat perdana memimpin apel di hadapan pegawai Kemenkumham.
Nasihat Tjahjo tersebut tidak terlepas dari keinginannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Selain itu juga ia menekankan bahwa selalu ada konsekuensinya apabila ikut menyebarkan berita hoax.
"Karena ada konsekuensi hukumnya dalam upaya untuk kita punya komitmen menjaga kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Mendagri Tjahjo Kumolo Jadi Plt Menkumham
-
Soal Video Ambulans DKI Bawa Batu, Pakar: Akun Polda Termasuk Sebar Hoaks
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Sampaikan Aspirasi Pendemo ke Pemerintah Pusat
-
Beredar Cuitan 'Sekolah Biar Enggak Jadi Polisi', Ridwan Kamil Klarifikasi
-
Mendagri Sindir Kompleks Pemda Papua Berdiri di Tanah Freeport
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal