Kajian terhadap paus-paus yang terdampar itu memang sangat penting, sehingga ada langkah pencegahan dan atau mitigasi terhadap 'stranding cetanceans' atau paus yang terdampar.
Menurut dia, kajian itu terutama yang berkaitan dengan alur ruaya ikan paus di wilayah perairan NTT, karena wilayah perairan Laut Sawu kaya akan nutrisi yang dicari mamalia laut, seperti ikan paus dan lumba-lumba.
Pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni juga mendesak para ahli perikanan dan kelautan untuk segera memeriksa dan meneliti kasus tewasnya puluhan ikan paus biru serta terdamparnya paus pilot di Pulau Sabu.
"Saya menduga kuat, matinya ikan-ikan paus yang dilindungi itu akibat pencemaran minyak di wilayah perairan yang menjadi lintasan paus biru setelah meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009," kata dia.
Kasus terdampar dan matinya paus pilot dan puluhan ekor paus biru lainnya itu, mengemuka tatkala wilayah perairan Laut Timor dan Laut Sawu tercemar akibat tumpahan minyak dari anjungan Montara serta semprotan zat berbahaya dispersant untuk menenggelamkan tumpahan minyak ke dasar Laut Timor pada saat itu.
"Ini perlu penelitian ilmiah, karena wilayah perairan Laut Sawu yang menjadi lintasan paus biru dari kutub utara ke selatan Australia sudah tercemar akibat tumpahan minyak dari anjungan Montara dan zat kimia dispersant yang disemprotkan Australia untuk menenggelamkan tumpahan minyak pada saat itu," kata Tanoni.
Terdamparnya paus ini hampir mengenai semua spesies paus di samudera, seperti paus pilot sirip panjang dan sirip pendek cenderung menjadi korban yang paling sering. Spesies lain misalnya paus pembunuh palsu, paus kepala melon, paus berparuh Cuvier, dan paus sperma.
Makhluk sosial
Kawanan mamalia laut ini biasa hidup di kedalaman 1.000 meter lebih dan merupakan makhluk sosial, sebab mereka selalu membentuk kelompok yang bisa terdiri dari ratusan ekor.
Baca Juga: Sebanyak 17 Ekor Paus Terdampar di NTT, 7 Sudah Mati
Menurut catatan sejumlah literatur spesies paus yang paling sering terdampar adalah mereka yang hidup di laut dalam, dan di lokasi yang sama, sehingga alam lebih berperan sebagai penyebab dibandingkan manusia.
Paus kerap terdampar di area yang sangat dangkal dengan lantai laut yang melandai perlahan dan sering kali berpasir.
Dengan situasi seperti itu, tidak heran jika hewan-hewan tersebut yang terbiasa berenang di laut dalam, bisa kesulitan dan bahkan kembali terdampar bila mereka berhasil mengambang lagi.
Kemampuan ekolokasi yang mereka gunakan untuk membantu navigasi juga tidak berfungsi baik di lingkungan yang demikian, sehingga cukup mungkin bila mayoritas paus terdampar akibat kesalahan navigasi, seperti ketika mereka memburu mangsa hingga daerah asing dan berbahaya.
Kemungkinan juga terjadi gempa bawah laut yang menyebabkan kerusakan fisik atau perilaku yang mengakibatkan paus terdampar, meski belum seorang pun yang membuat hubungan statistik di antara keduanya.
Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten yang termasuk dalam Kawasan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, yang dideklarasikan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan pada 8 Mei 2009 dengan No.KEP.38/MEN/2009 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Laut Sawu dan sekitarnya di Provinsi NTT.
Berita Terkait
-
Sebanyak 17 Ekor Paus Terdampar di NTT, 7 Sudah Mati
-
Warga Wanasalam Digegerkan Terdamparnya Hiu Paus di Tepi Pantai
-
Penyelamatan Hiu Paus Terdampar di sekitar PLTU Paiton Diapresiasi Profauna
-
BBKSDA Jatim Kirim Tim Teliti Paus yang Terdampar di Pantai Bambang
-
Bangkai Paus 11 Meter Ditemukan Terdampar di Pantai Bambang
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026