Suara.com - Nadiem Makarim masih irit bicara kepada awak media soal program kerjanya setelah sepekan dilantik Preside Joko Widodo untuk menduduki jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Ketika dijegat wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (31/10/2019), Nadiem belum mau berbicara banyak saat ditanya program prioritasnya sebagai menteri.
Nadiem hanya menyebut, bakal memprioritaskan pengembangan karakter dan kompetensi dalam dunia pendidikan. Namun, Nadiem tak menjelaskan secara rinci terkait pengembangan karakter dan kompetensi di bidang pendidikan.
"Prioritasnya seperti saya bilang tadi pengembangan karakter dan kompetensi," ujar Nadiem di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).
Tak hanya itu, eks Bos PT GoJek Indonesia itu menambahkan bahwa pihaknya akan mengedepankan akurasi dan ketepatan.
Selain itu, dia mengklaim bakal mengedepankan akurasi dalam segala hal yang berdampak pada murid.
"Juga akurasi dan ketepatan, akurasi dalam segala hal. Akurasi dalam aktivitas yang kami lakukan untuk benar-benar berdampak pada murid," tandasnya.
Berita Terkait
-
Bisnis Berlian, Begini Cara Istri Nadiem Makarim Puaskan Hati Pembeli
-
Jadi Istri Menteri, Ini Persiapan Franka Franklin Dampingi Nadiem Makarim
-
Sri Mulyani Bicarakan Sosok Nadiem hingga CEO Tokopedia
-
Bisnis Berlian, Istri Nadiem Makarim Ungkap 3 Kunci Puaskan Hati Pembeli
-
5 Berita Kesehatan: Analisis TTD Nadiem Makarim, Permenkes Obat Trastuzumab
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Anak Kris Dayanti Terpilih Jadi Paskibra, Netizen Malah Umbar Komentar Jahat Soal Ordal
-
Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tips Masak Nasi Pakai Rice Cooker agar Hasilnya Pulen, Segini Takaran Airnya!
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti