Suara.com - Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengkritik kenaikan Tarif Ruas Tol Simpang Susun Tomang - Tangerang Barat - Cikupa. Menurutnya kenaikan itu tidak perlu diperhalus dengan istilah penyesuaian tarif.
Kritik ini disampaikan oleh Jansen Sitindaon dalam unggahannya di Instagram pada Senin (11/11/2019).
Ia berpendapat bahwa PT Jasamarga seharusnya menjelaskan alasan kenaikan tarif tol tersebut.
"TAK USAH DIPERHALUS BILANG SAJA NAIK, Sesekali Jasamarga perlu juga menjelaskan ke publik apa dasar kenaikan Tol ini," tulis Jansen di Instagram.
"Bukan dikit-dikit naik. Tiba-tiba saja tanpa "babibu" sudah naik," imbuhnya.
Jansen merasa tidak adil jika perhitungannya kenaikan tarif tol hanya berdasarkan dari inflasi.
"Kalau ekonomi lagi tumbuh, okelah silahkan dinaikkan. Ini lagi 'nyungsep' begini malah dinaikkan. Tidak fair juga dasar penghitungannya terus berdasarkan inflasi saja," kata Jansen dalam postingan yang telah mendapatkan seribu like ini.
"Lihat juga dong realitas daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang 'stuck' dan mandek begini," imbuhnya.
Politisi Demokrat tersebut mengkritik Jasamarga yang memberi pengumuman penyesuaian Tarif Ruas Tol Simpang Susun Tomang - Tangerang Barat - Cikupa. Kenaikan tarif Tol itu dimulai Sabtu (2/11/2019).
Baca Juga: Maju Pilkada Tangsel, Putri Maruf Tetap Wajib Ikut Seleksi Partai Gerindra
Adapun rinciannya, Gol I Rp 7.500, Gol II Rp 11.500, Gol III Rp 11.500, Gol IV Rp 15.000, Gol V Rp 15.000. Kenaikan tarif tol ini berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 874/KPTS/M/2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan