Suara.com - Saurabh Yadav, lelaki asal India dinyatakan tewas ketika dalam perjalanan liburan. Ia meninggal dunia karena keliru meminum cairan detergen.
Disadur dari laman Oriental Daily, Selasa (17/12), Yadav pergi berlibur bersama temannya yang bernama Santosh Sharma. Keduanya berangkat dari Madhya Pradesh menuju Agra dengan naik kereta cepat.
Selama perjalanan, Yadav memilih untuk bermain game PUBG lewat ponselnya. Saking asyiknya memainkan game tersebut, ia pun merasa kehausan.
Tak berselang lama, Yadav lalu merogoh tas milik temannya untuk mengambil minuman.
Setelah berhasil menemukan sebuah botol cairan, ia lalu meminumnya tanpa melihat botol tersebut karena matanya tertuju pada ponsel.
Alih-alih mendapat kesegaran, lelaki itu justru mengalami hal aneh. Ia merasa badannya terbakar dan langsung melihat botol cairan yang diminumnya.
Yadav pun merasa terkejut setelah mengetahui cairan itu adalah deterjen. Ia dan teman-temannya pun panik dan bergegas mencari bantuan.
Namun, karena kereta cepat tidak bisa berhenti, Yadav tidak bisa mendapat pertolongan. Sesampainya di stasiun penghentian, Yadav dinyatakan tewas.
Setelah kejadian, aparat kepolisian mengamankan Sharma. Menurut keterangan lelaki itu, ia memang membawa cairan asam saat perjalanan karena bekerja sebagai pegawai perhiasan.
Baca Juga: Dukung Lobster Edhy Prabowo, Gerindra Semprot Susi: Nggak Usah Pencitraan
Cairan itu biasanya digunakan untuk membersihkan perhiasan dari perak. Kendati begitu, pihak keluarga Yadav menyalahkan Sharma karena dituduh membiarkan anaknya menenggak deterjen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan
-
Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji
-
22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
-
Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal