Suara.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih periode 2019-2023 menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (20/12/2019).
Mereka yang datang, yakni Komjen Polisi Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar dan Nawawi Pomolango. Para Pimpinan KPK yang baru tersebut datang secara bersamaan dengan menggunakan minibus.
Diketahui mereka akan dilantik sekitar pukul 14.30 WIB.
Firli mengatakan masih ada satu pimpinan yang belum datang, yakni Nurul Ghufron. Dia mengaku, bersama empat pimpinan KPK terpilih diminta datang lebih awal sebelum pelantikan
"Satu lagi masih di kantor. Ini mau pelantikan duluan, (pimpinan KPK jilid IV) yang enggak pelantikan belakangan," ujar Firli seraya memasuki Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sementara itu, Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono mengatakan pelantikan Firli Cs akan digelar bersamaan dengan pelantikan Dewan Pengawas KPK pada sore ini sekitar pukul 14.30 WIB.
"Pelantikan pukul 14.30 rencananya bersamaan (Pelantikan pimpinan KPK bersamaan dengan pelantikan Dewan Pengawas KPK)," kata Dini saat dikonfirmasi Suara.com.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah pelantikan di Istana Negara, para pimpinan KPK lama, Agus Rahardjo Cs akan melakukan serah terima jabatan dengan pimpinan KPK baru, Firli Cs di Gedung Penunjang, Gedung Merah Putih KPK, Jumat sekitar pukul 15.00 WIB.
Berita Terkait
-
Menuju Istana, Rombongan Pimpinan KPK Dikawal Pasukan Brimob
-
Jelang Pelantikan, Seluruh Pimpinan KPK akan Berangkat Bersama ke Istana
-
Hari Ini, Firli Bahuri cs Akan Dilantik di Istana
-
Tangis Haru Saut Peluk Laode Saat Perpisahan Dengan Pegawai KPK
-
Jelang Purna Tugas, Agus Rahardjo Benahi Barang-barang di KPK
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional