Suara.com - Belum lama ini publik dikejutkan dengan berita sebuah restoran mie yang menggunakan biji opium demi membuat banyak pelangganya ketagihan.
Tak lama kemudian, pemilik restoran di China tersebut kemudian ditangkap oleh pihak berwajib akibat aksinya itu. Umumnya restoran menggunakan bumbu atau bahan makanan dengan rasa khas demi membuat para pelanggan ketagihan.
Namun lain halnya dengan restoran yang menggunakan biji opium ini demi menggaet pelanggan.
Dilansir Suara.com dari laman Mothership, Selasa (24/12/19), diketahui restoran mie ini menggunakan biji opium berbentuk bubuk.
Biji opium bernama luosifen tadi, dicampurkan oleh pihak restoran ke dalam sajian mie siput dengan maskud agar banyak orang ketagihan dan datang kembali.
Terungkapnya peristiwa ini berawal ketika salah seorang pelanggan coba diperiksa oleh pihak kepolisian usai menyantap mie buatan restoran tersebut.
Benar saja, pelanggan yang menyantap mie siput tadi positif menggunakan narkoba.
Tentu saja, pelanggan tadi bersikeras membantah tuduhan pihak kepolisian karena dirinya memang sama sekali tak merasa menggunakan obat-obatan terlarang seperti narkoba.
Pelanggan tadi kemudian menjelaskan bahwa dirinya baru saja makan mie siput di sebuah restoran tak jauh dari wilayah Guangxi, China.
Baca Juga: Resep Mie Goreng Spesial, Bikin Nagih
Atas informasi laki-laki tadi, polisi lantas mencoba menyelidiki langsung dengan menyamar menjadi pelanggan dan membeli mie siput tadi.
Setelah dibawa ke laboratorium, benar saja, mie siput tadi positif mengadung Opium Poppy. Karena positif mengandung Opium Poppy, polisi segera meringkus pemilik restoran tersebut.
Akhirnya sang pemilik restoran mengaku bahwa memang benar dirinya menambahkan bubuk Opium Poppy ke dalam sajian mie.
Dirinya juga mengaku bahwa di rumahnya terdapat tumbuhan Opium Poppy yang memang sengaja ditanam oleh dirinya.
Bukan kali pertama, ternyata pada tahun 2014 lalu juga sempat terjadi peristiwa serupa di wilayah Yan'an, Provinsi Shaanxi.
Salah seorang pemilik restoran juga mengaku telah menambahkan opium ke dalam sajian mie agar para pelanggan ketagihan menyantap hidangan buatannya.
Berita Terkait
-
Mie Kocok, Keajaiban Rasa dari Bandung yang Tak Pernah Pudar
-
26 Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 untuk Customer, Menjaga Loyalitas dan Relasi Bisnis
-
4 Rekomendasi Restoran BBQ di Jakarta, Surganya Pencinta Daging Berkualitas
-
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Bacaan Wajib untuk Kamu yang Lelah dengan Hidup
-
Wajib Coba, Bintang Ayam Goreng Korea yang Sering Diburu Turis Kini Hadir di Jakarta!
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi