Suara.com - Sedikitnya 30 orang tewas di Negara Bagian Borno, Nigeria, setelah sebuah bom rakitan meledak di jembatan, kata sumber, Senin (6/1/2020). Ledakan terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat di jembatan ramai di pasar Kota Gamboru dekat negara tetangga, Kamerun.
Saksi menyebutkan lebih dari 35 korban luka dibawa ke rumah sakit setempat menyusul serangan tersebut.
"Ini hari yang malang bagi kami untuk menyaksikan insiden ini, yang menghancurkan dan membuat frustrasi, terjadi pada masyarakat kami," kata saksi mata Modu Ali Said kepada Reuters sebagaimana dilansir Antara, Selasa (7/1/2020).
"Saya baru saja mendengar suara ledakan keras sebelum saya sadar bahwa saya melihat banyak rekan dan kolega kami tewas," tambah Said.
Juru bicara militer mengatakan pihaknya akan mengeluarkan pernyataan nanti.
Dua sumber Civilian Joint Task Force, kelompok warga yang dibentuk untuk melawan Boko Haram, membenarkan serangan tersebut maupun perkiraan awal jumlah korban tewas.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Baik Boko Haram maupun cabang ISIS di wilayah itu, yang dikenal ISWAP, beroperasi di area tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz
-
Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
-
Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?
-
Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin
-
Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik
-
Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer
-
Kritik JPPI Buntut Skandal Grup Chat FH UI: Belajar Hukum, Tapi Jadi Pelaku Pelecehan