Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan mengajukan Omnibus Law ke DPR pada minggu ini. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022 di Raffes Hotel, Jakarta, Rabu (15/1/2020).
"Minggu ini kita akan ajukan Omnibus Law ke DPR," ujar Jokowi dalam sambutannya.
Omnibus Law adalah salah satu Undang-undang yang sekaligus merevisi beberapa beleid bahkan puluhan aturan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut sebanyak 74 Undang-undang yang diajukan di dalam Omnibus Law.
"Ada 74 undang-undang yang langsung kita revisi agar semua selesai, kalau kita ajukan satu-satu 50 tahun tidak akan selesai, satu undang-undang menyelesaikan 74 undang-undang," kata dia.
Jokowi berharap jika Omnibus Law segera diselesaikan dengan cepat, bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
"Saya kira kalau bisa diselesaikan dengan cepat, ini akan mejadi lompatan buat kita memberikan layanan kepada masyarakat, dunia usaha, UMKM, dan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yng signifikan," ucap Jokowi.
Tak hanya itu, Jokowi menyebut regulasi yang ada di Indonesia sebanyak 42 ribu. Karena itu ia ingin agar ribuan regulasi tersebut bisa disederhanakan melalui Omnibus Law.
"Memang persoalan besar kita, regulasi kita 42 ribu tumpang tindih yang ini akan kita selesaikan," katanya.
Baca Juga: DPR Janji Libatkan Buruh dalam Pembahasan Omnibus Law Cilaka
Berita Terkait
-
Jokowi Beri Pesan Khusus ke Sandiaga Uno: Hati-hati di Tahun 2024
-
Dapat Chat WA Bawa Nama Presiden, Marzuki Alie Dipaksa Beli HP Impor
-
Jokowi Tak Nyalakan Lampu Motor Disoal di MK, Polri: Dia Orang Nomor Satu
-
LIVE: Massa Pro dan Kontra Anies Memanas
-
DPR Janji Libatkan Buruh dalam Pembahasan Omnibus Law Cilaka
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?