Suara.com - Insiden kecelakaan kembali terjadi di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja pada Rabu (22/1/2020) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Lokasi kecelakaan tepat berada di depan kampus Universitas Al Azhar, Kebayoran Baru.
Seperti dilaporkan di akun Twitter TMC Polda Metro Jaya yang dipantau Suara.com pada Rabu pagi, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 02.01 WIB dan sudah ditangani oleh aparat kepolisian.
Dalam foto yang diunggah akun TMC Polda Metro Jaya memperlihatkan sebuah mobil jenis Toyota Harrier warna hitam melintang di tengah Jalan Sisingamangaraja usai menabrak pembatas.
Roda bagian depan mobil tampak ringsek hingga terlepas karena menabrak pembatas jalan.
"02:01 Kecelakaan Toyota Harrier menabrak pembatas di Jl. Sisingamangaraja Jaksel & msh penanganan Polri," tulis akun Twitter TMC Polda Metro Jaya.
Sementara dari sejumlah komentar para pengguna Twitter menyebut, apabila insiden kecelakaan memang sudah kerap terjadi di kawasan Jalan Sisingamangaraja itu.
"Selama tinggal di sini sudah sering lihat mobil nabrak pembatas itu. Tapi kenapa dibiarin sih pak? Emang rada gelap di sana dan kalau lagi ngebut pasti gak sempat ngehindar. Atau sekalian dikasih pembatas dari ujung ke ujung," tulis pengguna Twitter Dhika F membalas unggahan akun TMC Polda Metro Jaya.
Kecelakaan di Sudirman
Tak sampai setengah jam kemudian, akun Twitter TMC Polda Metro Jaya kembali melaporkan insiden kecelakaan mobil di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di bawah kolong Semanggi arah Bundaran HI.
Baca Juga: Sebanyak 4 Korban Kecelakaan Bus Maut di Subang Menjalani Operasi
Dalam kecelakaan tersebut sebuah minibus jenis Daihatsu Terios warna putih dilaporkan lepas kendali. Namun tak dijelaskan secara jelas bagaimana kecelakaan tersebut terjadi.
Hanya saja dari foto-foto yang diunggah TMC Polda Metro Jaya, tampak bagian belakang hingga atap mobil rusak parah. Diduga, mobil tersebut sempat terguling saaat insiden kecelakaan terjadi.
"02.33 Kecelakaan terjadi di Jl. Jend Sudirman bawah kolong Semanggi arah Bundaran HI sebuah mini bus Daihatsu Terios lepas kendali, dalam proses evakuasi," tulis akun Twitter TMC Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
-
Bintang Bulu Tangkis Kento Momota Kecelakaan, Sopir Meninggal Dunia
-
Malah Dihujat Massal, Wanita Ini Pamer Cincin Tunangan Sambil Menyetir
-
Bus Pahala Kencana Seruduk Truk di Tol Cipali, Sopir dan Kernet Tewas
-
Truk Tabrak 2 Pemotor di Underpass Pasar Gembrong, Satu Tewas
-
Mobil Sarat Penumpang Ringsek Ditabrak Kereta di Bekasi, 7 Orang Tewas
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar