Suara.com - Seorang turis asal China meradang lantaran harus menjalani serangkaian tes untuk mencegah masuknya virus corona dari Wuhan di Bandara Senai, Malaysia.
Sementara itu, seorang pawang ular di Kalimantan Barat meninggal dunia usai tertawa berkali-kali digigit ular king kobra.
Berikut 5 berita populer yang dihimpun Suara.com, Selasa (28/1/2020).
- Turis China Ngamuk Ogah Screening Virus Korona, Satu Bandara Geger
Sebuah rekaman video memperlihatkan seorang turis asal China meradang lantaran harus menjalani serangkaian tes untuk mencegah masuknya virus Corona dari Wuhan di Bandara Senai, Malaysia.
Dilansir dari World of Buzz, Senin (27/1/2020), turis tersebut tampak ditempatkan di sebuah ruang. Kemungkinan besar untuk menjalani screening dari otoritas bandara. Terlihat di video itu, dia menggedor dinding kaca yang 'mengurungnya'.
- Kasus Penebangan Pohon Monas, PDIP Minta Mensesneg Laporkan Anies ke Polisi
Anggota Komisi II DPR RI Junimart Girsang menyayangkan penebangan 190 pohon di kawasan Monas akibat revitalisasi. Ia bahkan menyebut revitalisasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta itu sebuah kejahatan lingkungan.
Hal itu disampaikam Junimart dalam rapar dengar pendapat dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Komisi II.
Baca Juga: Curhat Dilarang Tantowi Pimpin TVRI, Helmy Yahya: Godaannya Lebih Besar
- Sempat Tertawa Usai Berkali-kali Dipatuk Kobra, Pawang Ular di Kalbar Tewas
Video seorang pria yang bermain dengan ular berjenis king kobra menggemparkan viral di media sosial. Pria itu tampak tertawa meski dipatuk ular berkali-kali.
Rekaman mengenai atraksi tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @ndorobeii, Senin (27/1/2020).
- Erick Thohir Sebut Rumah DP 0 Rupiah Tak Mendidik Anak Muda, Kritik Anies?
Menteri BUMN Erick Thohir mengkritik sistem pembayaran rumah DP 0 rupiah. Proyek ini dijalani Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan diinisiasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Erick tak blak-blakan menyebut mengkritik proyek Anies. Hanya saja dia menilai DP 0 persen itu dinilai tidak mendidik generasi muda Indonesia untuk menabung dan bertanggungjawab.
- Petinggi Sunda Empire Ngaku Kader NU Tulen, GP Ansor: Pembohong!
Ketua Umum PC Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuqotaqiudin menyebut petinggi komunitas Sunda Empire Rangga Sasana sebagai pembohong.
Hal itu disampaikan Ahmad menanggapi klaim Rangga Sasana yang mengaku pernah menjadi Ketua Ansor Bekasi dan kader tulen NU.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak