Suara.com - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kembali melakukan safari politik ke DPRD DKI Jakarta. Kali ini, Riza mengunjungi Fraksi Nasdem dan Demokrat di DPRD DKI Jakarta.
Dalam safari tersebut, Riza didampingi Ketua DPD Gerindra Mohamad Taufik dan Ketua fraksi Gerindra DPRD DKI Rani Mauliani. Sementara, Partai Nasdem dan Demokrat menyambutnya dengan seluruh anggota fraksi.
Pertemuan dilakukan dengan menggelar bincang-bincang antara Riza dengan anggota fraksi. Usai sowan ke Demokrat, Ketua fraksi partai berlambang merci tersebut, Desie Christyana Sari mengaku belum memutuskan untuk mendukung Riza merebut posisi yang ditinggalkan Sandiaga Uno.
Ia mengaku akan menyerahkan semua keputusannya ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Nantinya DPP yang dipimpin eks Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ini akan mempertimbangkan memilih Riza atau calon dari PKS, Nurmansyah Lubis.
“Sampai saat ini belum karena Partai Demokrat yang memutuskan akan dari DPP. Jadi kita akan merekomendasikan dua itu ke DPP, jadi DPP yang akan menentukan,” ujar Desie di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin. (4/2/2020).
Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz juga mengatakan hal serupa usai menerima kunjungan Riza. Ia akan terlebih dahulu menerima Nurmansyah Lubis yang akan mendatangi fraksinya besok.
“Kita mau dengar dulu. Hari ini kita dari Gerindra, besok dari PKS, setelah itu baru ada keputusannya,” kata Abdul.
Kedua partai ini berharap wagub terpilih dapat melakukan koordinasi yang baik dengan Gubernur sekarang, Anies Baswedan. Komunikasi yang baik dan saling berbagi peran dianggap sebagai kunci memajukan DKI.
“Tentunya kita berharap Wakil Gubernur ini bisa bekerja sama dengan Gubernurnya, kemudian juga harus lebih perhatikan apa yang dibutuhkan atau masalah-masalah apa di DKI Jakarta ini agar bisa diatasi,” pungkasnya.
Baca Juga: Riza Patria Tak Berani Sebut Kekurangan Anies, Ketua PDIP: Saya Jadi Kaget
Kemarin, Riza sudah melakukan kunjungan ke fraksi Golkar, PSI dan PAN. Berbeda dengan Demokrat dan Nasdem, Golkar dan PAN terang-terangan memberi sinyal kuat akan mendukung Riza.
Berita Terkait
-
Cari Penggantinya, Sandiaga Usul Buat Sesi Debat Terbuka untuk Cawagub DKI
-
Riza Patria Tak Berani Sebut Kekurangan Anies, Ketua PDIP: Saya Jadi Kaget
-
Proyek LRT Anies Batal Gegara Tabrakan dengan Pusat, DPRD: Salahnya Fatal!
-
Dukung Riza Patria Jadi Wagub DKI, Golkar: Kami Satu DNA dan Rahim
-
Sowan ke Fraksi DPRD DKI, Riza Patria Sebut Fasilitas Anggota DPR RI Kalah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba