Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menemui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020). Adapun pertemuan tersebut guna membahas soal persiapan rapat koordinasi nasional (Rakornas) soal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dari pantauan Suara.com, Siti tiba di kantor Mahfud MD pada pukul 07.52 WIB. Ia pun langsung masuk ke dalam kantor untuk melakukan pertemuan secara tertutup.
Sekitar setengah jam kemudian, pertemuan pun selesai dan kedua belah pihak pun menyampaikan isi pertemuan tersebut. Mahfud menjelaskan bahwa keduanya tengah bersiap untuk mendengar arahan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal kesiapan Rakornas itu.
"Besok akan menerima arahan dari presiden dalam rakornas tentang antisipasi atau mitigasi karhutla," kata Mahfud.
Mahfud menerangkan bahwa rakornas tersebut biasa dilakukan setiap tahun dengan dipimpin langsung oleh Jokowi. Kemudian Mahfud mengatakan bahwa rakornas tersebut mampu mengurangi jumlah luasan kebakaran hutan di Indonesia. Bahkan ia mengklaim kalau luasan karhutla di Indonesia lebih kecil ketimbang negara-negara lain.
"Sebab Australia, Kanada, Brazil dan Rusia itu luar biasa karhutla. Kita alhamdulillah selalu membaik dari waktu ke waktu," ujarnya.
Mahfud menuturkan bahwa rakornas itu akan digelar pada esok hari. Sementara itu, Siti enggan memberikan keterangan apapun kepada awak media.
"Itu penanganan dipimpin langsung oleh presiden dan besok akan mulai rapat," pungkasnya.
Baca Juga: Gunung Argopuro Turunkan Banjir Bandang Bekas Kebakaran Hutan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya
-
Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back
-
7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya
-
Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi
-
Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35
-
Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?