"Pohon yang ditebangi itu logika yang salah kalau dibilang itu akan lebih baik!" jawab Ferdinand. Kali ini ia menjawab sambil menunjuk-nunjuk Geisz.
Situasi menjadi semakin panas. Geisz menghela napas, "Loh, itu pohonnya ditebang.."
"Karena tadi Anda bilang gubernur-gubernur yang lalu itu merusak Jakarta," potong Ferdinand hingga terengah-engah.
"Kita mau diskusi atau mau marah-marah sih?" Geisz mulai terganggu dengan amarah Ferdinand.
"Ya ini mau, mau dengar. Makanya saya tanya pendapatmu tentang Anies menebang pohon di Monas," Ferdinand kembali menanyakan isu awal perdebatan tersebut.
"Bagus itu. Bagus sekali," jawab Geisz.
"Oh bagus?" Ferdinand tertawa mendengar jawaban Geisz.
Sementara Ferdinand masih tertawa, Geisz melanjutkan penjelasannya, "Secara konsep dan yang akan dilakukan, sekarang itu ada sekian puluh persen penghijauan, dan nanti jadinya akan di atas dari sekarang. Itu akan dilakukan dan memang sudah diputuskan akan seperti itu."
"Bahwa Monas itu jauh lebih hijau setelah revitalisasi," tambah Geisz.
Baca Juga: Evakuasi Makam Terdampak Tanah Longsor
Fadli Zon yang berdiri di samping Geisz menambahkan, "Jadi gini loh. Ada yang ditebang, ada yang ditanam lagi. Itu pohon-pohon besar juga dan jumlahnya lebih banyak. Kan sebentar juga hijau."
"Itu puluhan tahun kali.. Enggak bisa," celetuk Ferdinand.
Tag
Berita Terkait
-
Guntur Romli Sindir Anies Lebih Mirip Ketua BPBD daripada Gubernur
-
Indonesia Masuk Daftar Merah Arab, Ferdinand: "Heran Bukan Solusi"
-
Hotman Paris ke Pemberi Izin Bangunan Sembarangan: Uang Tak Dibawa Mati
-
Fahira Idris Minta Spanduk Protes Dibakar, Jubir PSI Beri Sindiran Keras
-
Tolak Kawasan Monas Jadi Sirkuit Formula E, Massa Bakal Demo Anies
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis