Suara.com - DPRD DKI Jakarta melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh anggotanya hari ini. Hal ini dilakukan pasca ada dua orang dewan yang menjadi suspect virus corona atau diduga terjangkit virus corona atau Covid-19.
Rencana ini tercantum dalam surat pemberitahuan yang diedarkan kepada seluruh anggota DPRD DKI. Surat ini ditandatangani oleh Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.
Pemeriksaan ini akan berlangsung selama tiga hari. Mulai dari 18 sampai 20 Maret 2020 pukul 09.30 WIB sampai waktu yang tidak ditentukan.
Namun pemeriksaan kesehatan ini tidak dilakukan di Rumah Sakit rujukan. Para anggota dewan diminta datang ke ruang klinik DPRD yang berada di lantai 2 gedung lama DPRD.
"Dengan ini diberitahukan kepada para pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta, bahwa sehubungan dengan kewaspadaan virus corona atau Covid-19, diharapkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan," ujar Prasetio dalam suratnya yang dikutip Suara.com, Rabu (18/3/2020).
Diberitakan sebelumnya, virus corona telah masuk ke wilayah DPRD DKI Jakarta. Dua orang anggota dewan disebut menjadi pasien yang diduga terjangkut atau suspect virus dari China ini.
Hal ini diungkap oleh Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi. Dua orang yang masih berstatus suspect ini diduga masih pribadi yang sama dengan yang diungkap oleh Anggota DPRD Gilbert Simanjuntak kemarin. Namun bedanya Gilbert menyatakan hasil pemeriksaannya negatif.
"(Suspect) dua orang," ujar Prasetio kemarin.
Karena adanya suspect di kalangan DPRD, Prasetio mengatakan seluruh anggota dewan Kebon Sirih ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Tujuannya, guna mengetahui adanya penularan corona jika suspect menjadi positif.
Baca Juga: Terbaru, Kominfo Temukan 242 Hoaks Virus Corona
"Sampai Jumat kita semua cek seluruh anggota dewan, 106 orang," jelasnya.
Berita Terkait
-
Terbaru, Kominfo Temukan 242 Hoaks Virus Corona
-
Masjid-masjid di Jawa Barat Tutup Sementara, Tak Ada Salat Berjamaah
-
Detik-detik Mahasiswa IPB Tertular Virus Corona sampai Dinyatakan Positif
-
UEFA dan Klub Sepakat Rampungkan Kampanye 2019/2020 pada 30 Juni
-
Bikin Tutorial Makeup Antivirus, Beauty Vlogger Irak Langsung Dihujat
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek