Suara.com - Sejumlah warga Malaysia masih terlihat makan di restoran meski pemerintah setempat telah memberlakukan penguncian alias lockdown, Rabu (18/3/) hingga 31 Maret 2020.
Aktivitas itu terlihat di sebuah restoran di Subang Jaya yang tampak melayani beberapa pelanggan yang datang.
Dikutip dari Malay Mail, salah seorang pekerja terlihat bingung saat ditanya mengapa restoran masih melayani pelanggan yang datang langsung ke sana.
Namun, ia mengaku bahwa manajer telah memberitahu soal imbauan untuk hanya menerima pesanan delivery.
"Kami telah memberitahu semua pelanggan bahwa mereka tidak bisa makan di sini. Kami juga telah memindahkan semua meja dan kursi kami dari jalan raya untuk mematuhi anjuran pemerintah," ujar seorang karyawan seperti dikutip dari Malay Mail.
Beberapa pelanggan bergegas menuju meja kasir seusai mengetahui kehadiran Malay Mail di restoran tersebut. Salah seorang pelanggan kemudian mendekat dan memberikan penjelasan.
"Beberapa orang yang ada di sini sebenarnya sedang menunggu pesanan mereka dan mereka makan di sini juga cuma sebentar, hanya butuh waktu lima belas menit," ujar pelanggan tersebut.
Salah seorang pekerja kemudian menimpali bahwa pihak restoran tak tega menegur pelanggan yang tetap datang karena mayoritas adalah lansia.
"Bagaimana kami mengusir mereka? Pelanggan kami sebagian adalah lansia yang hanya ingin beristirahat sebentar," ujarnya.
Baca Juga: Lama Terbengkalai, Jembatan Gayam di Bantul Akan Segera Dibangun
Seorang pekerja yang bisa berbahasa Inggris kemudian mengatakan kepada Malay Mail agar pemerintah Malaysia menyediakan pemberitahuan resmi untuk semua restoran sehingga bisa dipasang di depan pintu masuk.
Namun, tepat di seberang rumah makan tersebut, restoran lain telah memasang pemberitahuan di depan pintu bahwa selama masa lockdown, restoran hanya melayani pesanan delivery.
Sementara itu, salah seorang kasir di restoran bernama Restaurant Darussalam, M Ramanathan tampak mengarahkan pelanggan ke bagian takeaway. Di restoran tersebut juga hanya tersedia meja tanpa kursi.
"Jika ini [lockdown] adalah perintah maka itu adalah aturannya. Itu harus diikuti. Kami tidak mau mengambil resiko apa pun," ujarnya.
Pemerintah Malaysia telah memberlakukan lockdown mulai hari Rabu (18/3/2020) hingga 31 Maret untuk menekan angka penyebaran virus corona di negara tersebut.
Sampai saat ini pasien yang dinyatakan positif terjangkit corona di Malaysia telah mencapai 553 orang, tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Berita Terkait
-
Darurat Polusi Udara! Punjab Pakistan Lockdown, Sekolah dan Aktivitas Luar Ruangan Dilarang
-
SMPN 8 Tangerang 'Lockdown' Dua Minggu Buntut Puluhan Siswa Sakit Cacar, Ketua IDI Ingatkan Hal Ini
-
Viral Dokter Tifa Klaim Akan Ada Lockdown Gegara Pandemi 2.0 di 2023, Netizen Siap Lapor Polisi
-
5 Fakta Menarik tentang Barbeque, Paling Sering Diadakan di Dua Negara Ini!
-
Merasa Keputusannya Benar dengan Tidak Lockdown Selama Pandemi, Jokowi: Kalau Gak Kita Sudah Runtuh
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?
-
Mendagri: Masa Tanggap Darurat Aceh Utara Bisa Diperpanjang
-
PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung
-
Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
-
Banjir Sebabkan Macet Parah di Jakarta, Polisi Sebut Tiga Titik Paling Krusial Ini
-
Pasutri Bandar Narkoba Dibekuk, Polda Metro Jaya Sita 1,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
-
Banjir Sebetis di Pemukiman Belakang Kantor Wali Kota Jaksel, Selalu Datang Setiap Hujan Deras
-
Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia
-
Keluhan Wali Murid di SD Negeri: Ketika Les Berbayar Jadi Beban Psikologis Anak
-
Prabowonomics Bakal Menggema di WEF Davos, Visi Ekonomi RI Setelah 10 Tahun Absen