Kedua, dengan melibatkan ratusan sukarelawan. Tahap ini tetap dipantau oleh para ilmuwan untuk memastikan respon tubuh terhadap vaksin tersebut.
Ketiga, pengujian vaksin dilakukan kepada ribuan orang. Selain diberi vaksin, kelompok pengujian ini juga akan diberikan plasebo untuk menguji efektivitas vaksin.
Dalam kondisi normal, tiga tahapan pengujian ini bisa memakan waktu bertahun-tahun. Tetapi jika melihat kondisi yang sedang dihadapi sekarang, proses percobaan bisa dipercepat.
Namun, sebelum semua tahapan itu dilakukan, vaksin tersebut harus disetujui dahulu.
Selain memakan waktu yang lama dalam tahapan percobaan, pembuatan vaksin juga memerlukan biaya hingga miliaran pound.
Keputusan sulit juga dihadapi oleh para peneliti tentang siapa orangbisa menerima dosis pertama vaksin ini.
Dr Kathryn Stephenson dari Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin Pusat Medis Deaconess Beth Israel mengatakan, "Petugas kesehatan garis depan biasanya adalah kelompok pertama yang harus menerima vaksin."
Berita Terkait
-
Cegah Corona, Peralatan Pelatnas PBSI Disemprot Disinfektan
-
Chen Wei, Wonder Woman China yang Temukan Vaksin Virus Corona
-
Cegah Virus Corona, Ini Cara Arab Saudi Bersihkan Masjidil Haram dan Ka'bah
-
Tips Bersihkan Ponsel untuk Cegah Virus Corona
-
Kisah Jennifer Haller, Rela Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Corona
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi