Suara.com - Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan tenaga kesehatan untuk melakukan tes cepat corona atau rapid test sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.
Hasil dari hasil tes cepat yang dilakukan pada Jumat (20/3/2020), diprediksi ada lebih dari 500 ribu penduduk telah melakukan kontak langsung atau interaksi dengan orang terinfeksi virus corona atau suspect.
Dialihbahasakan dari Straitimes, Sabtu (4/3), kelompok berisiko tinggi terdampak virus corona ini tersebar di seluruh penjuru negeri. Jumlahnya diperkirakan sekitar 600-700 ribu orang.
Sementara, wilayah dengan kasus virus corona tertinggi adalah Jakarta Selatan. Terkini, temuan kasus virus corona di Indonesia mencapai 369 per Jumat siang, ada peningkatan 60 kasus dari hari sebelumnya.
Dari jumlah secara keseluruhan, 320 orang masih menjalani perawatan, 17 dinyatakan sembuh, sedangkan 32 pasien meninggal dunia.
Sebelumnya, Ketua Palang Merah Indonesia Indonesia, Jusuf Kalla (JK) mengatakan, jumlah kasus virus corona kemungkinan lebih tinggi daripada yang dilaporkan.
Hal ini disebabkan oleh, rendahnya sistem pengujian tes corona di Indonesia. Terbukti, ada lonjakan drastis kasus corona yang semula berjumlah nol meningkat menjadi 309 dalam jangka waktun kurang dari tiga minggu.
Angka kematian di negara terpadat keempat Indonesia ini bahkan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.
"Jika tesnya rendah, maka jumlah kasusnya rendah," ungkap JK kepada Reuters.
Baca Juga: Wisata Akuarium Tutup karena Covid-19, Lucunya Penguin Bebas Keluar Kandang
Mantan Wakil Presiden Indonesia itupun menerangkan, sejatinya keakuratan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia diungkap setelah mendapat hasil tes dari laboratorium untuk meningkatkan pengujian.
Wabah Corona Makin Meluas, JK Sebut Kemungkinan Indonesia Lakukan Lockdown
Jusuf Kalla (JK) berpendapat kalau penutupan sebuah negara atau lockdown efektif untuk mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19). Indonesia dikatakannya bisa diinstruksikan itu namun harus melihat dampak terutama kepada perekonomiannya.
JK menuturkan penyebaran wabah Covid-19 bisa dikatakan begitu cepat. Ia mencontohkan penyebaran Covid-19 itu seperti perhitungan deret ukur.
"Pasti perkembangan wabah itu seperti deret ukur, satu kena sebar ke tiga, tiga kena sebar ke tiga lagi, artinya cepat sekali," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/3)
Menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu, cepatnya penyebaran wabah Covid-19 tentu harus dilawan dengan persiapan yang matang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK