Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi beberapa daerah di Jawa Tengah akan mengalami intensitas hujan ringan hingga hujan sedang pada Senin (23/3/2020).
Petir dan angin kencang, disertai dengan hujan ringan hingga sedang akan terjadi di Jateng bagian barat, Pegunungan Tengah, dan Solo Raya pada siang hingga sore hari.
Selain itu, hujan ringan hingga sedang diprediksi akan membasahi beberapa daerah, di antaranya Purworejo dan Wonosobo. BMKG memprediksi dua kabupaten tersebut akan alammi hujan dengan intensitas ringan dan sedang.
Hujan sedang dan ringan akan terjadi di Wonosobo. BMKG memprediksi Wonosobo akan hujan dengan intensitas hujan sedang pada siang hari dan hujan ringan akan terjadi pada sore hari
Untuk suhu udara di Wonosobo mencapai 22-30 derajat celsius dan kelembapan udara sekitar 70-95 persen.
Untuk Kabupaten Purworejo, hujan dengan intensitas hujan ringan hingga sedang akan terjadi mulai siang hingga sore hari. Semantara suhu udara Purworejo akan mencapai 24-31 derajat celsius dan kelembapan udara sekitar 65-95 persen.
Hujan intensitas sedang juga akan terjadi di Kabupaten Temanggung. BMKG memprediksi hujan akan terjadi di siang hari dengan intensitas sedang. Untuk suhu udara sendiri mencapai 23-30 derajat celsius dan kelembapan udara mencapai 70-95 persen.
Wilayah selanjutnya yang akan terjadi hujan adalah Kabupaten Magelang. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang akan turun pada siang hari. Untuk suhu udara di Kabupaten Magelang mencapai 23-30 derajat celsius dan kelembapan udara sekitar 70-95 persen.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko, berpesan agar masyarakat tetap waspada saat beraktivitas karena perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga: Heboh Dugaan Meteor Jatuh di Sekitar Merapi, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta
"Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Saya sarankan agar masyarakat tetap berhati-hati saat menjalankan aktivitas," ujarnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?