Suara.com - Di tengah upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran virus corona baru atau COVID-19, 22 remaja di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) malah terciduk hendak melakukan tawuran.
Padahal, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah sudah mengeluarkan instruksi bahwa, mulai 19 Maret hingga 1 April 2020, kegiatan belajar siswa dipindahkan dari sekolah ke rumah. Orang tua juga diminta untuk memantau dan mendampingi anak-anaknya di rumah selama instruksi itu berlangsung.
Hal tersebut sebagai upaya preventif agar Covid-19 yang sudah ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak benar-benar menyebar di Sumbar, dan Kota Padang khususnya.
"Sebanyak 22 orang anak di bawah umur, yang diduga hendak melakukan tawuran di kawasan Kuranji, sudah diamankan pihak kepolisian," ujar Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Padang Alfiadi, sebagaimana dilansir Covesia.com (jaringan Suara.com), Minggu (22/3/2020).
Dia merincikan bahwa, dari 22 remaja tersebut, 16 orang diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Kuranji, 3 orang di antaranya berjenis kelamin perempuan. Sementara 6 remaja lagi diamankan oleh Kepolisian Resor Kota Padang. Setelah diamankan, pihak kepolisian lalu menyerahkan remaja tersebut ke Satpol PP Kota Padang untuk selanjutnya dilakukan pembinaan.
"Semua sudah di Mako Satpol PP Kota Padang. Untuk sementara mereka kami data terlebih dahulu, dan kita berikan arahan serta kita lakukan pembinaan sesuai prosedur yang ada. Mereka kita lepas setelah pihak keluarga hadir sebagai penjamin. Jika tidak ada orang tua yang menjemput, mereka kita kirim ke Dinas Sosial untuk dibina lebih lanjut," jelas Alfiadi.
Dia juga mengatakan bahwa, dari 22 remaja tersebut, di antara mereka ada yang sudah berulang kali ditangkap. Secara tegas, Satpol PP Kota Padang akan melakukan pelaporan ke kepolisian agar bisa dipidanakan.
"Jika berulang-ulang, salah satu langkah dan cara yang harus kita buat yakni mempidanakan atau menuntut orang tua mereka. Ini harus kita lakukan untuk menjaga Trantibum di Kota Padang terhadap anak tawuran ini," tuturnya.
Alfiadi tidak habis pikir, negara sekarang sedang sibuk mewaspadai COVID-19, namun masih ada saja remaja di Kota Padang yang ingin melakukan tawuran.
Baca Juga: Pulang dari Bali, 38 Anggota DPRD Kota Padang Masuk Daftar ODP Corona
"Rasanya para orang tua sudah keterlaluan dan tidak bertanggung jawab kepada anaknya. Maka ini sudah termasuk pelanggaran hukum. Orang tua mengabaikan anaknya. Di samping itu, mereka termasuk (rentan menjadi) penyebar COVID-19 untuk dirinya dan untuk orang lain," katanya.
Alfiadi meminta agar orang tua perlu meningkatkan pengawasan saat pandemi ini masih berlangsung. "Inilah saatnya orang tua berkreasi di dalam rumah. Beribadah bersama, curhat-curhatan bersama anak, diskusi, bermain peran, aneka permainan masa kecil, masak-masakan dan bersih-bersihan rumah," ujarnya.
Orang tua, kata Alfiadi, harus mematuhi instruksi Wali Kota Padang tersebut.
Berita Terkait
-
Pulang dari Bali, 38 Anggota DPRD Kota Padang Masuk Daftar ODP Corona
-
Satu Meninggal, RSUP M Djamil Rawat 7 Pasien di Ruang Isolasi
-
Sempat Sesak Napas, Pasien Isolasi Meninggal di Padang Positif Corona?
-
Penumpang Air Asia yang Diisolasi di RSUP M Djamil Padang Meninggal Dunia
-
Cegah Corona, Seluruh Mahasiswa dan Dosen UNP Dipulangkan dari Luar Negeri
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
Terkini
-
Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 20 Persen, Penglihatan Mata Kanan Terganggu
-
Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen
-
Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami
-
Tragedi Gilimanuk: Saat Mudik Berubah Jadi Perjuangan Bertahan Hidup
-
Kenapa Plastik Biodegradable Tak Selalu Cepat Terurai? Ini Temuan Terbarunya
-
Meski ASN WFA, Menkes Pastikan RS Pemerintah Tetap Buka 24 Jam Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026
-
Viral Kepanikan Massal di Pantai Florida! Dikira Rentetan Tembakan Ternyata Hanya Suara Ini
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
UU Soal Uang Pensiun DPR Inkonstitusional Bersyarat, MK Perintahkan Pembuatan Aturan Baru
-
Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak