- Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam di Salemba, Jakarta Pusat.
- Korban mengalami luka bakar 20% tubuh dan trauma kimia parah pada mata kanan saat tiba di IGD RSCM.
- Saat ini korban dirawat di HCU RSCM dengan kondisi umum stabil, sementara polisi menduga pelaku berjumlah empat orang.
Suara.com - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras. Korban dipastikan mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh serta trauma kimia berat pada mata kanan.
Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara mengatakan Andrie Yunus datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 00.00 WIB dengan luka bakar pada sejumlah bagian tubuh.
“Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/03) dini hari sekitar pukul 12 malam, dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan,” kata Yoga dalam keterangan, Selasa (17/3/2026).
Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi terhadap pasien. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.
Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia dan menormalkan kondisi jaringan.
Yoga mengatakan pada pemeriksaan awal ditemukan luka bakar sekitar 24 persen pada tubuh korban akibat reaksi inflamasi dari cairan kimia.
“Pihak RSCM mengkonfirmasi ulang bahwa hitungan awal saat masuk IGD diagnosa awalnya terdapat luka bakar sekitar 24% akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit,” ujarnya.
Namun setelah evaluasi lanjutan oleh dokter penanggung jawab pelayanan, angka tersebut dikoreksi.
“Rekan kami, Andrie Yunus, mengalami luka bakar sekitar 20% pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut,” ungkap Yoga.
Baca Juga: TAUD Desak Polisi Lacak Pembuat Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Trauma kimia tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan dan kerusakan pada permukaan kornea mata kanan.
Untuk menangani kondisi tersebut, tim medis melakukan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.
Saat ini Andrie Yunus dirawat di unit High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lanjutan oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim kegawatdaruratan.
Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, antibiotik, obat antiinflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata.
“Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa,” beber Yoga.
Pelaku Diduga 4 Orang
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi