News / Nasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 10:55 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Menkes Budi Gunadi memastikan rumah sakit Kemenkes beroperasi penuh selama libur Nyepi dan Idul Fitri 20–24 Maret 2026.
  • Layanan gawat darurat 24 jam tetap siaga, didukung ribuan puskesmas dan pos layanan kesehatan di Indonesia.
  • Menteri PANRB Rini Widyantini mendorong pelaporan publik mengenai kualitas layanan kesehatan melalui portal resmi.

Suara.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan seluruh rumah sakit pemerintah, khususnya yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan, tetap beroperasi penuh selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri pada 20–24 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil untuk menjamin layanan kesehatan esensial tetap dapat diakses masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas.

Penegasan tersebut disampaikan Budi saat meninjau kesiapan layanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Senin (16/3).

Kunjungan ini sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan publik tetap optimal meski ada kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan libur nasional.

“Seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, ada hampir 40 rumah sakit, selama liburan panjang ini sesuai arahan Bapak Presiden akan tetap beroperasi untuk semua tindakan emergensi,” kata Budi.

Ia menegaskan layanan gawat darurat akan tetap siaga 24 jam, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan CT Scan untuk pasien stroke, hingga tindakan operasi akibat kecelakaan. Tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang juga dipastikan dalam kondisi siap untuk menangani berbagai kasus darurat.

Selain rumah sakit vertikal, Kementerian Kesehatan juga menyiagakan ribuan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan layanan selama periode libur.

Tercatat sebanyak 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, serta 119.372 Public Safety Center (PSC) turut disiapkan.

Tak hanya itu, sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan akan diaktifkan di 31 provinsi, didukung oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem layanan kesehatan nasional di tengah arus mudik dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Baca Juga: Potret Upacara Melasti dari Berbagai Daerah di Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PANRB Rini Widyantini menekankan pentingnya pengawasan publik terhadap kualitas layanan kesehatan selama masa libur. Ia mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan kendala di lapangan.

“Kesehatan adalah layanan esensial yang harus ada setiap saat. Kami menyediakan portal www.lapor.go.id melalui SP4N-LAPOR! serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan,” ujar Rini.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang tetap bertugas selama libur panjang. Budi berharap inovasi layanan seperti sistem pendaftaran online yang sudah diterapkan di RS Dharmais dapat diperluas ke fasilitas kesehatan lain guna meningkatkan kenyamanan pasien.

Dengan skema ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi, meski berada dalam periode libur panjang nasional.

Load More