Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan 150 ribu kit alat uji cepat atau rapid test virus corona (Covid-19) yang dimiliki pemerintah didistribusikan ke sejumah provinsi untuk kemudian diserahkan ke masing-masing kabupaten/kota. Namun daripada menunggu, alangkah baiknya menurut ia kabupaten/kota bisa menjemput bola ke tingkat provinsi agar segera bisa digunakan.
Maruf Amin menjelaskan bahwa proaktif yang dilakukan pihak kabupaten/kota bisa memangkas waktu pengiriman rapid test. Karena ia menilai bisa saja ada kabupaten/kota yang jaraknya jauh ke provinsi.
"Supaya distribusinya tidak terlambat, oleh karena itu perlu menunggu, kalau perlu mendatangi kemudian membawa sendiri supaya distiribusinya lebih cepat sampai sasaran," kata Ma'ruf melalui sambungan video, Kamis (26/3/2020).
Kemudian kata Maruf Amin, cara melaksanakan rapid test pun bisa dilakukan secara beragam semisal petugas kesehatan mendatangi rumah-rumah masyarakat atau mengumpulkannya di suatu tempat dengan jumlah orang yang sangat terbatas.
Menurut dia, penting untuk diperhatikan penyelenggaraan rapid test tersebut juga harus menggunakan metode physical distancing sehingga tidak ada penyebaran Covid-19 yang meluas.
"Sehingga dilakukan pengetesan itu di tempat-tempat tertentu, dengan jumlah tertentu yang tidak melanggar physical distancing lah atau social distancing, sehingga kerawanannya bisa dihindari," pungkasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 150 ribu kit alat uji cepat atau rapid test virus corona COVID-19 sudah tiba di Indonesia dari China pada Minggu (22/3/2020). Alat itu akan dibawa ke Jakarta sebelum disalurkan ke seluruh tenaga medis untuk penanganan virus corona di daerah-daerah.
Menurut Yuri, melalui alat ini jika spesimen menunjukkan seseorang positif terinfeksi corona, maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan melalui Polymerase Chain Reaction (PCR). PCR adalah pemeriksaan dengan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada atau tidaknya virus dan untuk mengetahui genotipe virus.
Jumlah kasus positif akan menjadi acuan pemerintah untuk mendatangkan alat tes tersebut dengan jumlah lebih besar yang ditargetkan akan mendatangkan 1 juta alat.
Baca Juga: Dua Pelaku Penyebar Video Hoaks Satpam Pingsan Kena Corona Ditangkap
Berita Terkait
-
Ganindra Bimo Semangati Andrea Dian Melalui Video Call
-
Mau Tes Swab Corona Bintang Sepak Bola Pun Disuruh Antre, Contohnya Dybala
-
Anies Minta RT dan RW Data Warga Jakarta Rentan Tertular Virus Corona
-
RSU Kemayoran Dirikan Tenda Darurat Pelayanan Pasien
-
Salut, Sinetron Bertema Medis Sumbang APD Untuk Tenaga Kesehatan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
-
Jakarta HUT ke-499, Gubernur Soroti Masalah Sampah di Tengah Perayaan di Monas
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif