Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 yang semakin hari menelan korban, membuat Indonesia dilanda situasi darurat. Hal ini tak luput menjadi perhatian Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon.
Mengenai kondisi tersebut, Jansen menyoroti sikap pemimpin negara Indonesia yang berbanding terbalik dengan Amerika Serikat, di mana di negara tersebut peran presiden dan wakil presiden seimbang.
Kritik Jansen itu disampaikan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya. Ia menyertakan bidikan layar anggota satuan tugas penanggulangan virus corona di AS.
"Di Amerika, Wapres @Mike_Pence jadi Chair of Coronavirus Task Force. Nyata di situasi darurat ini peran dan tugasnya," cuit Jansen, seperti dikutip Suara.com, Jumat (27/3/2020).
Ia lantas membandingkan kontribusi Wapres AS Mike Pence dengan Maruf Amin. Jansen menilai, peran Maruf belum hingga kekinian belum terlihat penanggulangan virus corona. Bahkan Presiden Joko Widodo terlihat bekerja sendiri dalam situasi ini.
"Kita di sini saya belum melihat @Kiyai_MarufAmin memegang ugas spesifik dalam penanganan corona ini. Terlihat Presiden kerja sendiri seakan-akan kita tak punya Wapres," kata Jansen.
Tak ayal, kritik Jansen tersebut menuai perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka yang memberikan dukungan.
"Kiyai dikhususkan kerja yang ringan-ringan aja bang contoh bikin sertifikat-sertifikat gitu," kata @Indahsuari31.
Namun, adapula yang memberikan bantahan atas penilaian Jansen.
Baca Juga: Pemimpin Tiga Agama di Yerusalem Berdoa Bersama untuk Lawan Virus Corona
"Ikuti akun resminya, ente pikir cuma rebahan. Coba Anda ambil alih aja dah," balas @PanduDe64379448.
Wapres Maruf Amin Minta Pemda Jemput Bola Ambil Rapid Test Virus Corona
Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan 150 ribu kit alat uji cepat atau rapid test virus corona (Covid-19) yang dimiliki pemerintah didistribusikan ke sejumah provinsi untuk kemudian diserahkan ke masing-masing kabupaten/kota. Namun daripada menunggu, alangkah baiknya menurut ia kabupaten/kota bisa menjemput bola ke tingkat provinsi agar segera bisa digunakan.
Maruf Amin menjelaskan bahwa proaktif yang dilakukan pihak kabupaten/kota bisa memangkas waktu pengiriman rapid test. Karena ia menilai bisa saja ada kabupaten/kota yang jaraknya jauh ke provinsi.
"Supaya distribusinya tidak terlambat, oleh karena itu perlu menunggu, kalau perlu mendatangi kemudian membawa sendiri supaya distiribusinya lebih cepat sampai sasaran," kata Ma'ruf melalui sambungan video, Kamis (26/3).
Kemudian kata Maruf Amin, cara melaksanakan rapid test pun bisa dilakukan secara beragam semisal petugas kesehatan mendatangi rumah-rumah masyarakat atau mengumpulkannya di suatu tempat dengan jumlah orang yang sangat terbatas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
Terkini
-
KPK Mulai Pakai AI Audit LHKPN, Pejabat Harta Janggal Langsung Kena 'Bendera Merah'
-
Kronologi Suderajat, 30 Tahun Jualan Es Gabus Hancur Dituduh Dagang Makanan Berbahan Spons
-
PNKT-Kemensos Perkuat Sinergi Dukung Program Prioritas Presiden di Daerah
-
Usman Hamid Soroti Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump: Dinilai Lemahkan Komitmen HAM
-
Buntut Panjang Pedagang Es Gabus Viral: Propam Turun Tangan Periksa Polisi yang Gegabah
-
Pemerintah Buat Rumusan Penghapusan Tunggakan BPJS, Kapan Mulai Berlaku?
-
Dituding Minta 'Uang Damai' Rp5 Miliar oleh Tersangka Korupsi Indah, Ini Jawaban Tegas Polda Metro
-
Pastikan Korban Banjir Purbalingga Tidak Kekurangan Pangan, Kemensos Dirikan Dapur Umum
-
Operasi Pekat Jaya Digelar Jelang Ramadan, Polda Metro Sasar Tawuran hingga Premanisme!
-
Pengeluaran Masih Nombok, Buruh Jakarta Desak Pramono Anung Revisi UMP 2026 di Depan Balai Kota