Suara.com - Satu pasien wanita yang dinyatakan positif COVID-19 meninggal dunia di Padang pada Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kabar pasien meninggal karena corona itu disampaikan Kepala Gugus Tugas COVID-19 Padang Barlius.
"Hasil tes yang bersangkutan baru keluar Jumat malam dan dinyatakan positif sebagai pasien yang ketiga, yang bersangkutan sebelumnya dirawat di Semen Padang Hospital," katanya seperti dilansir Antara.
Menurut dia, setelah pasien meninggal langsung dilakukan memandikan jenazah, mengafani hingga menyalatkan di rumah sakit.
"Prosedurnya tidak boleh lebih dari empat jam harus dimakamkan. Dan untuk makam harus jauh dari sumber air, baik sungai dan sumur bor," kata dia.
Ia memastikan tim mengawasi agar jenazah bisa dimakamkan sesuai prosedur dan tidak boleh lagi dibuka.
"Keluar dari rumah sakit langsung dibawa ke makam oleh petugas rumah sakit," kata dia.
Barlius menyampaikan, berdasarkan penelusuran yang bersangkutan punya riwayat perjalanan ke Jakarta dan sepulang dari sana dirawat di Semen Padang Hospital.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Padang hingga Sabtu 28 Maret 2020 di Padang terdata 1.631 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, 90 orang dalam pengawasan, tujuh orang pasien dalam pengawasan, tiga positif, satu meninggal dunia dan empat orang menunggu hasil tes .
Baca Juga: Meninggal Saat Belanja di Pasar Musi Depok, Ani Sempat Dikira Kena Corona
Sebelumnya Pemerintah Kota Padang menyiapkan anggaran sebesar Rp82 miliar untuk penanganan wabah Corona Virus Disease (COVID-19).
Anggaran tersebut diambil setelah dilakukan pergeseran sejumlah mata anggaran sebesar Rp78 miliar dan Rp4 miliar dari dana cadangan kebencanaan, kata Wali Kota Padang Mahyeldi.
Ia menyebutkan dengan jumlah penduduk satu juta orang Padang membutuhkan anggaran yang cukup besar apalagi saat ini sudah ditemukan dua kasus positif.
"Alhamdulillah untuk pengalokasian anggaran yang akan digunakan kami sudah mulai membahas dengan DPRD setempat," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
IDI Serukan Tenaga Kesehatan Tak Layani Pasien Corona Sebelum APD Terpenuhi
-
Pasien PDP Virus Corona Kabur dari Rumah Sakit di Balaraja, Tangerang
-
Bintang Tinju Amir Khan Tawarkan Gedung Miliknya Jadi Tempat Pasien Corona
-
Pasien Positif Corona di Indonesia Tembus 1.046 Orang
-
Ratusan Medis Pasien Corona Dikarantina di Gedung Bekas Gubernuran Banten
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus
-
Pimpin Revitalisasi Kawasan, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua
-
TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus