Suara.com - Bukannya menjaga keamanan saat semua wilayah negaranya lockdown guna memutus mata rantai penyebaran wabah corona covid-19, oknum polisi di Malaysia justru memerkosa dua turis asing.
Seperti diberitakan Free Malaysia Today, Senin (13/4/2020), oknum polisi itu memerkosa dua perempuan asal Mongolia di sebuah hotel kawasan Petaling Jaya, selama tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu malam (10-12/42020).
“Dua perempuan itu yang berusia 20 tahun dan 37 tahun berhasil kami selamatkan, Minggu malam. Sementara tersangka berusia 30 tahun telah ditahan,” kata Kepala polisi distrik Nik Ezanee Mohd Faisal.
Ia mengatakan, oknum polisi itu sudah ditahan dan kekinian ditetapkan sebagai tersangka pelanggar Pasal 376 KUHP Malaysia yakni tentang pemerkosaan.
Faisal mengatakan, polisi juga mengajukan kepada pengadilan agar kedua korban mendapat perlindungan sementara dalam rangka kepentingan penyidikan.
Dia mengatakan, polisi akan melakukan penyelidikan yang adil terhadap kasus pemerkosaan tersebut. Meskipun tersangka adalah polisi, akan tetap diproses secara hukum.
Faisal menceritakan, oknum polisi itu awalnya melakukan razia terhadap dua turis asal Mongolia itu, Jumat malam.
Ketika dirazia, kedua korban tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan yang sah. Alhasil, oknum polisi itu memunyai alasan untuk membawa kedua korban.
Oleh oknum polisi, kedua korban diajak pergi menggunakan mobil dengan alasan untuk melakukan proses hukum di kantor.
Baca Juga: Istri Banting Tulang Kerja, Suami di Rumah Malah Perkosa Anak
Ternyata, oknum polisi itu justru membawa kedua perempuan itu ke sebuah hotel dan memerkosa keduanya.
Berita Terkait
-
Viral Ojol Antar Makanan Pakai Audi A6, Restoran Ini Malah Pakai Ferrari
-
Ratusan TKI Diisolasi di Lanud Soewondo, Derita Demam hingga Batuk Darah
-
Istri Banting Tulang Kerja, Suami di Rumah Malah Perkosa Anak
-
Viral Driver Ojol Antar Makanan ke Rumah Pelanggan Pakai Mobil Mewah
-
Jadi Gerbang Transit TKI Ilegal, Bupati Bintan Minta Pelaku TPPO DItindak
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura
-
Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi