Bagaimana Anda bertemu dengan orang baru ketika Anda tidak yakin apakah Anda berdua bebas dari virus? Itu agak berisiko.
Saya sedang tidak menggunakan kencan online lagi sekarang karena saya menyadari hubungan itu tidak akan berjalan.
Sejujurnya, saya pikir kondisi ini tidak akan menjadi lebih baik dalam waktu dekat, terutama ketika kita masih tersembunyi di balik masker dan diam di dalam gelembung kecil kita sendiri.
Jeremy Cohen, 28 tahun, dari Brooklyn, Amerika Serikat
Cara saya untuk menyibukkan diri sendiri saat karantina di apartemen adalah dengan mulai mengambil foto orang-orang yang berada di atap bangunan sekitar saya untuk dijadikan album foto.
Beberapa hari lalu, saya melihat seorang perempuan di seberang jalan sedang menari di atap gedung apartemennya.
Saya sangat terpikat oleh energi yang dipancarkan. Saya pun kemudian pergi ke balkon apartemen dan melambaikan tangan kepadanya.
Lambaian tangan saya dibalas olehnya.
Saat itu juga, saya langsung merasakan koneksi dengannya dan ingin kenal lebih dekat dengannya.
Baca Juga: Ingin Mudik Pas Lockdown, Pria ini Pura-pura Mati Agar Diangkut Ambulans
Tanpa pikir panjang, kemudian saya menyalakan drone dan menempelkan catatan yang berisi nomor telepon saya ke drone dan menerbangkannya ke teras perempuan itu.
Dia lalu mengirimkan pesan ke saya satu jam kemudian dan kami mulai berbincang-bincang.
Kemudian, saya mengajaknya untuk kencan dan merencanakan itu dengan bantuan teman sekamarnya.
Dia berada di atapnya dan saya berada di atap saya dengan tata meja yang sama dan berhadapan—meja kecil, anggur dan makanan.
Kami pun berkomunikasi menggunakan panggilan video FaceTime sepanjang kencan dan kami bahkan dapat melihat satu sama lain dan saling melambaikan tangan.
Untuk kencan kedua, saya masuk dalam gelembung yang sebenarnya. Saya ingin berada sedekat mungkin dengannya tanpa benar-benar melewati batas.
Saya telah membagikan cerita kami di media sosial dan itu menjadi viral. Kami mengoordinasikan semua permintaan wawancara dan dengan cara yang aneh itu juga membuat kami semakin dekat.
Pengalaman ini tidak mungkin terjadi jika tidak ada 'lockdown'. Saya sangat senang bertemu dengan perempuan yang luar biasa.
Biasanya, saya tidak suka mengambil resiko, namun kondisi terkunci dalam sebuah kotak telah menginspirasi saya menjadi kreatif dan terhubung dengan orang lain.
Clarisse, 35 tahun, dari Kinshasa, Kongo
Saya sedang menjalin hubungan dengan seseorang sebelum wabah Covid-19 menjadi ancaman global yang nyata.
Kami bertemu hampir setiap hari walaupun saya mencoba untuk tidak terlalu menggunakan perasaan yang dalam.
Saya ingin menjalani hubungan dengan pelan. Tapi, siapa yang membayangkan sesuatu seperti ini terjadi?
Kongo saat ini tidak menerapkan 'lockdown' tapi karena saya bekerja di sektor kesehatan kemanusiaan, saya menganggap virus corona cukup serius.
Teman dekat saya itu pun menjadi marah karena saya berhenti menemuinya sejak empat minggu lalu dan saya terus menjelaskan mengapa itu penting.
Tapi, dia berfikir bahwa saya menggunakan virus corona sebagai alasan untuk menjauh darinya.
Saya merindukannya dan saya sering bertanya-tanya apakah saya telah kehilangan kesempatan untuk memiliki dia secara permanen dalam hidup saya. Saya takut dia tidak akan menunggu. Selain itu, saya juga merindukan keintiman fisik.
Kami semua merasa putus asa dalam menyalurkan hasrat seksual. Tetapi kemudian Anda harus menemukan cara alternatif.
Untungnya, vibrator menjadi temat terbaik saya. Saya pikir teman saya itu tahu dan itu sebabnya dia menjadi terlalu keras dengan keputusan saya untuk tidak bertemu.
Semua ini membuat saya merasa sedih dan terkadang kesepian. Dia tidak banyak berbicara lagi dengan saya sekarang dan membutuhkan waktu lama untuk membalas pesan saya.
Semua yang saya lakukan adalah untuk melindungi dirinya dan saya sendiri, tetapi saya sudah membayangkan dan menerima bahwa hubungan kami tidak akan mampu bertahan di tengah wabah virus corona.
Debasmita,24 tahun, dari New Delhi, India
Ketika saya pertama kali berkencan dengan pacar saya tiga bulan lalu, saya sangat lega bahwa kami tinggal di kota yang sama.
Sebelum-sebelumnya, pacar saya selalu tinggal di kota yang berbeda dan menjalin hubungan jarak jauh.
Saya senang akhirnya bisa memiliki seseorang yang bisa menghabiskan banyak waktu bersama. Apalagi, kami bekerja di kantor yang sama sehingga selalu akan bertemu setiap hari.
Kebersamaan itu adalah suatu berkat, hingga akhirnya semua berubah menjadi hubungan jarak jauh lagi karena 'lockdown'.
Keadaan ini sangat menjengkelkan karena kami tidak siap secara mental untuk menjalaninya.
Sekarang, kami berbincang melalui panggilan video enam sampai tujuh kali per hari. Kami menonton film bersama, berbincang bersama.
Terkadang, kami memasak makanan yang sama. Lalu, saya suka kuis, jadi sekarang kami banyak memainkan kuis online. Ini adalah cara kami untuk terus merasa selalu dekat.
Kondisi sekarang membuat kami menjadi stres, gelisah dan sering berdebat. Menjelaskan sesuatu lewat panggilan video atau telepon akan sangat berbeda ketika Anda sudah terbiasa menjelaskan tatap muka secara langsung.
Lebih mudah dijelaskan dan lebih mudah dimengerti.
Tapi, kami juga sering tertawa karena kondisi ini. Jika kami berhasil melewati masa ini, kami dapat memberi tahu orang lain nanti bagaimana cara kami bertahan dan menghadapi rintangan besar tepat di awal hubungan kami. Saya kira itu akan menjadi spesial.
Julie, 24 tahun, dari Kota Iligan, Filipina
Saya sudah menggunakan Tinder, aplikasi kencan online, lebih dari dua bulan sekarang. Sebelum negara kami 'lockdown' karena pandemi, saya berkencan dengan lelaki secara acak. Saya melakukan itu kapan pun saya mau dan ada waktu, tentu saja.
Sekarang, tiba-tiba, saya punya banyak waktu tetapi saya tidak bisa bertemu siapa pun. Kehidupan seks saya menjadi agak membosankan untuk sementara waktu karena saya tidak berkencan dengan siapa pun.
Ini cukup membuat frustasi karena saya tidak bisa melakukan apa pun untuk menenangkan hasrat untuk keintiman fisik.
Saya sudah cukup aktif di aplikasi kencan sepanjang periode 'lockdown'. Saya berbicara dengan lelaki, mereka mengatakan hal-hal yang membuat saya bergairah, dan kemudian kami melakukan video call dan saling memuaskan diri melalui cybersex.
Cara itu membantu kami berdua untuk memuaskan hasrat seks. Memang rasanya tidak sama, tapi pilihan apa yang kami miliki?
Saya ingin bertemu dengan lelaki-lelaki ini tapi tidak ada transportasi di sini dan kami tidak diizinkan keluar.
Lebih rumit lagi karena saya menghabiskan seluruh waktu saya sendirian di asrama kampus dan saya merasa terangsang akhir-akhir ini.
Saya mulai masturbasi setiap hari sekarang, sering lebih dari sekali bahkan. Mungkin seperti inilah hidup untuk sementara waktu.
*Nama Sophie telah diubah berdasarkan permintaan
Cerita disusun oleh Nikita Mandhani, diedit oleh Lorna Hankin dan ilustrasi oleh Nikita Deshpande.
Berita Terkait
-
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Gelar Tes PCR Corona Massal
-
Tak Terbuka, Asosiasi Ilmuan Muda Desak Pemerintah Buka Data Genom Corona
-
Mbah Dukun Kena Virus Corona, Tertular dari Orang yang Berobat Kepadanya
-
Penampakan Satpam yang Aniaya Perawat karena Ditegur Tak Pakai Masker
-
Imbas Virus Corona, 9 Pasangan di Gunungkidul Terpaksa Tunda Akad Nikah
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Tim Hukum: Ini Tindakan Represif, Sarat Politik!
-
'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21
-
Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan