Suara.com - Media Singapura, The Strait Times, memberitakan tentang cara orang-orang Indonesia melawan pandemi virus corona alias Covid-19, yakni dengan cara gotong royong.
Menyadur dari The Strait Times, sejumlah warga di komplek perumahan Cipageran Asri di Cimahi, Jawa Barat berkumpul setiap hari untuk menyediakan makanan untuk tetangga yang terinfeksi corona.
Ketika pasien positif corona hendak menjalani perawatan ke rumah sakit terdekat, tetangga lain memberinya masker wajah N95. Mereka juga mengirim pesan teks yang menyemangati dan membesarkan hati.
"Kami semua mendukung Anda. Mudah-mudahan, Anda dalam kondisi yang baik," tulis warga kepada tetangga yang terinfeksi Covid-19 seperti disadur dari The Strait Times, Minggu (19/4/2020).
Tapi ini tidak selalu terjadi, kata Ketua Rukun Tetangga setempat Yuli Setyo Indartono kepada The Sunday Times.
"Sebelumnya, banyak dari mereka cemas dan panik. Pria itu adalah kasus pertama dan satu-satunya di sini. Tetapi setelah mendapatkan informasi yang tepat dari tokoh masyarakat, warga tenang. Bahkan beberapa menawarkan bantuan mereka," tambah dia.
Yuli Setyo Indartono mengatakan, "Sekarang pasien dan keluarganya bahagia karena mereka tidak lagi dikucilkan."
Sekadar informasi, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara yang memiliki jumlah penduduk 270 orang. Jumlah kematian di Indonesia akibat Covid-19 tercatat melebihi 500 orang.
Ketika virus menyebar dengan cepat di seluruh Indonesia, warga Cipageran Asri bersatu dalam semangat komunitas yang dikenal sebagai gotong royong untuk membantu tetangga mereka yang membutuhkan.
Baca Juga: Surabaya Siap PSBB Corona, Tinggal Tunggu Pergub Jawa Timur
Lingkungan itu dipuji dan dijadikan contoh oleh Presiden Joko Widodo, yang pada Senin 13 April 2020 menyerukan empati dan solidaritas ketika laporan keluarga pasien Covid-19 distigmatisasi dan jenazah yang ditolak untuk pemakaman terus menjadi sorotan.
Jokowi, dalam pidatonya kepada negara pada Sabtu 18 April 2020, mendesak orang Indonesia untuk menunjukkan semangat gotong royong selama krisis kesehatan.
“Kita harus tolong menolong, bukan untuk menyombongkan diri, tetapi, untuk meningkatkan harapan, menginspirasi, dan diikuti oleh orang lain secara besar-besaran sehingga bermanfaat bagi semua orang,” ujar Jokowi.
Inisiatif serupa untuk membantu kelompok yang paling rentan di negara tersebut juga berjalan lancar.
Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah menggalang hingga 1.000 kedai makanan jalanan, yang dikenal sebagai warteg, di Jakarta dan sekitarnya.
Para warteg tersebut memasak dan mendistribusikan 100 bungkus nasi setiap hari kepada pekerja informal dan pekerja yang baru-baru ini kehilangan pekerjaan.
Berita Terkait
-
Surabaya Siap PSBB Corona, Tinggal Tunggu Pergub Jawa Timur
-
Kejar Target Jokowi, 50 Ribu Alat Tes PCR dari Korsel Tiba di Indonesia
-
Innalillahi 292 Pasien Corona di Jakarta Meninggal, 1.839 Orang Dirawat
-
Terjadi Lagi, Ada Kasus Dua Perempuan Hamil Meninggal Akibat Covid-19
-
Banyak yang Ingin Unjuk Gigi, Jokowi Didesak Turun Langsung Tangani Corona
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi
-
Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan
-
Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2
-
Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah