Suara.com - Perusahaan es krim Wall's Indonesia diduga akan menghentikan produksi es krim lawas Viennetta yang baru saja dirilis ulang awal April kemarin.
Kabar itu mereka sampaikan lewat akun Twitter resmi Wall's Indonesia yaitu @wallsidn pada Senin (20/4/2020).
"Terima kasih para Sahabat Wall's dan rekan retailer atas pengertian dan dukungan yang sangat berarti. Kami akan terus berusaha lebih baik lagi dalam menyiapkan berbagai kejutan dan keseruan selanjutnya," kata @wallidn.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf terkait adanya kelangkaan es krim Viennetta yang terjadi di sejumlah wilayah.
"Kami memahami kekecewaan Sahabat Wall's yang belum sempat mencoba dan untuk itu kami memohon maaf," kata mereka.
Namun, masih belum pasti apakah es krim lawas itu benar-benar akan dihentikan produksinya. Di akhir unggahan, pihak Wall's Indonesia hanya menyertakan catatan yang berbunyi: "It's see you again, not a good bye."
Warganet yang mengetahui kabar itu langsung menyesaki kolom reply di Twitter. Banyak yang berspekulasi jika hal itu adalah bagian dari teknik pemasaran perusahaan es krim Wall's.
"Belum juga nyobain, masak udah mau stop produksi?" kata @PenjahatGunung.
"Dia pakai trik pemasaran 'pergi pas lagi sayang-sayangnya'. Kayaknya sih enggak stop produksi, cuma mau mancing netizen aja, apa masih minat atau enggak. Mungkin yang kemarin test the water dulu," kata @bulan0225.
Baca Juga: Beredar Penampakan Es Krim Viennetta Versi Singapura, Bikin Warganet Heboh
"Itu trik marketing nanti beberapa bulan muncul lagi," kata @Wulansari_restu.
Berita Terkait
-
Beredar Penampakan Es Krim Viennetta Versi Singapura, Bikin Warganet Heboh
-
Tak Kunjung Bertemu Viennetta? Bikin Sendiri di Rumah Pakai Resep Ini Yuk!
-
Susah Cari Es Krim Vienneta? Netizen Bongkar Rahasianya Lewat Video Ini
-
Rachel Amanda Pamer Es Krim Viennetta, Netizen: Lah Manisan yang Makan
-
Bisa Dicoba Nih, Disneyland Bocorkan Resep Sajian Populer Dole Whip
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan