Suara.com - Kegiatan belajar mengajar selama pandemi Corona, seperti saat ini, dialihkan ke rumah. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh siswa baik dari tingkat dasar hingga menengah atas dapat belajar secara efektif.
Banyak cerita datang dari pengajar yang harus bisa berkreasi untuk menyampaikan materi pembelajaran, seperti yang disampaikan Titik Nur Istiqomah, guru Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Dia memanfaatkan aplikasi TikTok sebagai sarana belajar mengajar bagi para anak didiknya.
“Nah kemudian kami memberikan pengertian kepada orang tua dan anak bahwa yang namanya belajar itu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Untuk melakukan itu semua kami menggunakan berbagai media kami pernah menggunaka TikTok,” kata Titik saat memberikan keterangan di Gedung BNPB, Sabtu (2/5/2020).
Tingginya animo masyarakat terhadap aplikasi TikTok dimanfaatkan Titik untuk mengajar para anak didiknya. Terlebih, kegiatan belajar mengajar harus tetap dilakukan secara virtual.
“Itu kami gunakan karena anak-anak kami itu senang sekarang media sosial dan tidak ada salahnya kita menggunakan TikTok sebagai media pembelajaran,” sambungnya.
Titik berujar, pendidikan harus berjalan secara masif meski pandemi Covid-19 belum juga reda. Mau tak mau, segenap pihak harus memanfaatkan teknologi yang ada saat ini.
“Jadi mau tidak mau pendidikan memang sangat mengandalkan teknologi dan kita tidak bisa melupakan antara teknologi dengan pendidikan selama ini,” tutup Titik.
Berita Terkait
-
TikTok Makin Bersinar, Sudah Diunduh Lebih dari 2 Miliar Kali
-
TikTok dan Bill Gates Sumbang Rp 306 Miliar untuk Lawan Covid-19 di Afrika
-
Tirukan Gaya Pegawai Restoran, Aksi Netizen Ini Bikin Ngakak
-
Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah, Orangtua Harus Sabar dan Ikhlas
-
Anak Sulit Fokus dan Disiplin Saat Belajar di Rumah, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar