Suara.com - Mangkirnya Eks Sekretaris BUMN dari panggilan pemeriksaan oleh Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2020) membuatnya jadi bulan-bulanan warganet. Tagar #SaidDiduPengecut pun sempat menjadi trending topic pembicaraan publik Twitter.
Hari ini seharusnya Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap Said Didu terkait laporan pencemaran nama baik oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Namun, kuasa hukum Muhammad Said Didu, Letkol (Purn) Helvis mengatakan kliennya tidak hadir memenuhi panggilan Bareskrim demi mematuhi Undang-Undang Karantina dan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Jakarta selama pandemi virus Corona atau Covid-19.
Kejadian ini kontan membuat sejumlah warganet bahkan politisi terheran-heran atas sikap M Said Didu.
Di plafrom medias sosial Twitter, tagar #SaidDiduPengecut bahkan bertengger menjadi top trending topic yang dibicarakan pada Senin malam.
Dari pantauan Suara.com, Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menjadi politisi yang paling getol mengungkit tagar ini. Salah satu cuitannya adalah sebagai berikut.
"Alasan PSBB itu mengada-ada. Tidak benar jika menggunakan Maklumat Polri sebagai alasan untuk mangkir. Itu memberikan pendidikan yang tak baik kepada bangsa ini. Pendidikan tidak taat hukum."
Sementara itu Politisi berdarah Batak lainnya, Ruhut Sitompul turut berkomentar mengenai sikap Said Didu ini.
"Indonesia tercinta Negara Hukum, semua sama dihadapkan Hukum eh ini yang selalu Ngebacot Manusia Merdeka berhadapan dengan Hukum buang badan mau diminta keterangan sama yang berwajib Mabes Polri karena menghina Japanese goblin, memfitnah LBP, cemen nyali kerupuk dengan alasan PSBB #SaidDiduPengecut merdeka lah oh Indonesia," tulis Ruhut.
Baca Juga: Tips Agar Mobil Tak Dibobol Maling saat Isi Bensin
Warganet lain turut membahas sikap Said Didu yang sudah ditung-tunggu sejak beberapa hari terakhir. Ia berharap pihak kepolisian bisa tegas menindak siapa pun pelaku pelanggaran tanpa pandang bulu.
"Jika karena alasan PSBB @msaid_didu bisa ditunda pemeriksaannya maka hal yg sama berlaku unk semua warga negara yg pny masalah hukum. Ingat @DivHumas_Polri hati-hati dalam mengambil keputusan. Tegaslah pada mereka jangan lembek," tulis seorang warganet.
Warganet lainnya menimpali, "Orang ini cuma gede omongan di sosmed. Ngakunya pernah bakar sekolah pas SMP. Biar dikira jagoan. Ternyata dipanggil polisi untuk klarifikasi dugaan pencemaran nama baik, jiper. Ya sudah klo begitu mari kita beri gelar dia #SaidDiduPengecut."
Sementara itu, seorang warganet mencoba membaca nyali M Said Didu ketika mendapat surat panggilan Bareskrim tersebut.
"Siapapun yang dapet panggilan polisi, pasti ngeri-ngeri sedap dan cemas. Secara psikologis pasti enggak nyaman, entah sebagai saksi atau tersangka. Apalagi sampe ditinggal teman-teman seperjuangan, ngadepin masalah sendiri, cemasnya udah level #SaidDiduPengecut," tulis warganet.
Berita Terkait
-
Said Didu Mangkir, Ferdinand Berpesan: Jadilah Warga Negara yang Baik
-
Rentan Kena Corona, Said Didu Tak Datang Diperiksa di Bareskrim Polri
-
Tak Mendukung Said Didu, Rocky Gerung: Dukung Prinsip Kebebasan Berpendapat
-
Dilaporkan Luhut, Hari Ini Said Didu Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
-
15 Juta Data Pelanggan Bocor, #Tokopedia Jadi Trending Topic
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan