Suara.com - Dinas Kependudukan dan Datatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) membantah telah mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi salah seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China yang diketahui sebagai karyawan perusahaan pertambangan di Kabupaten Konawe Utara (Konut).
"Sejauh ini, Disdukcapil Kendari tidak pernah membuat dan mencetak KTP atas nama Wawan Saputra Razak atau "Mister Wang", WNA Tiongkok yang melakukan aktivitas pertambangan di Konawe Utara," kata Kadis Capil dan Kependudukan Kota Kendari, Asni Bonea di Kendari, sebagaimana dilansir Antara, Selasa.
Ia mengatakan, WNA China yang diduga telah memalsukan kartu identitas diri sebagai warga negara Indonesia itu harus diusut tuntas oleh aparat hukum karena telah mencoreng nama institusi Disdukcapil Kota Kendari.
Capil Kendari, kata Asni Bonea menegaskan WNA asal China yang telah memalsukan identitas diri, yang lahir di Provinsi Shanxi China tahun 1964 itu tidak terdaftar dalam registrasi kartu tanda penduduk di Kota Kendari.
"Setelah kita melakukan pengecekan atas nama Wawan Saputra Razak atau "Mister Wang" tersebut, tidak ada dalam database kependudukan Kota Kendari," ujarnya.
Sebagai tindaklanjut dugaan pemalsuan identitas diri oleh oknum WNA itu, pihak Disdukcapil Kendari telah melaporkan ke pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sultra.
"Rencana Rabu besok, 6 Mei 2020 akan dilakukan pemeriksaan terhadap Mister Wang selaku pemegang KTP palsu tersebut," katanya.
Berita Terkait
-
Walkot Kendari Tegaskan Bakal Tutup Akses TKA yang Masuk ke Wilayahnya
-
Indah Tak Bertepi, Yuk Intip Sejarah Masjid Apung Al-Alam di Kendari
-
4 Terduga Teroris Muna Kendari Ditangkap, Simpan Senjata Laras Panjang
-
Kota Kendari Lockdown Tiga Hari, Mulai Jumat Hari Ini
-
Usai Hadiri Syukuran, Perawat di Kendari dan Suaminya Positif Covid-19
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
-
MTQ Nasional XXXI Hadir di Jateng, Usung Semangat Harmoni Menuju Indonesia Emas
-
Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan