Suara.com - Seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan positif COVID-19. Tidak senidir, perawat tersebut dinyatakan terinfeksi virus corona bersama dengan suaminya.
Plt Direktur RSUS Bahteramas dr Sjarief Subijakto mengatakan bahwa perawat yang sehari-hari bertugas di RSUS Bahteramas itu terjangkit COVID-19 saat menghadiri acara syukuran keluarga.
"Perawat berinisial A terpapar virus COVID-19 bukan saat menjalankan tugas pelayanan di rumah sakit tetapi usai menghadiri acara syukuran keluarga yang pulang dari umroh," kata Sjarief di Kendari, Jumat (3/4/2020).
Status positif COVID-19 yang menerpa perawat berinisial A terungkap setelah pihak RSUD Bahteramas menyelenggarakan rapid test atau tes cepat covid-19 bagi segenap karyawan, termasuk dokter dan paramedis lainnya.
Meski demikian, menurut Sjarief Subijakto, pihaknya mengimbau rekan-rekan sejawat perawat tersebut tidak panik, namun perlu melakukan langkah-langkah antisipastif, sementara pasien A sendiri sudah menjalani isolasi di RSUD Bahteramas.
Sementara itu, data Gugus Tugas Percepatan Pencegahan COVID-19 di Posko Dinas Kesehatan Sultra pada 3 April 2020 pukul 09:00 WITA mencatat Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19 sebanyak 15 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 940 orang, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 13 orang dan positif tiga orang.
Berdasarkan data tersebut status ODP mengalami penurunan dari 1.059 menjadi 940 orang dan PDP menurun dari 16 menjadi 13 orang. (Antara)
Berita Terkait
-
Hotel Tutup, Bupati Kotim Siapakan Rumah Dinas untuk Petugas Medis Covid-19
-
Bupati Batang: Jenazah Covid-19 Jangan Ditolak, Kematian Tak Ada yang Tahu
-
Bukan Lagi Lansia, Orang Muda Sehat dengan Covid-19 Berisiko Kritis
-
Kapan Pandemi COVID-19 Berakhir?
-
Berjasa Tangani Covid-19, Tenaga Medis Bisa Nginap Gratis di RedDoorz
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya