Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menilai program pelatihan berupa kursus online dari Kartu Prakerja tidak tepat dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19.
Apalagi, besaran anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 5,6 triliun.
Menurutnya, program Kartu Prakerja tidak transparan. Belum lagi, anggapan terhadap Kartu Prakerja bahwa program itu tidak memenuhi rasa keadilan dan pemerataan bagi bangsa Indonesia.
Persoalan tersebut, katanya, juga diperparah dengan kondisi daerah yang tidak semuanya bisa mengakses jaringan internet.
"Sebagaimana kita ketahui saat ini pemerintah telah menjalankan program Kartu Prakerja yang menimbulkan banyak permasalahan, sistem registrasi online yang tidak bisa diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Karena menurut data, hanya sekitar 60 persen daerah yang bisa akses internet," tutur Mufidayati dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (5/5/2020).
Berdasarkan pandangan tersebut, Mufidayati meminta pemerintah agar menghentikan program Kartu Prakerja serta mengalihkan anggarannya untuk bantuan yang lebih tapat sasaran.
"Oleh karena itu, Fraksi PKS DPR RI dalam kesempatan ini mendorong DPR RI untuk meminta kepada pemerintah untuk menghentikan program Kartu Prakerja dan dialihkan anggarannya untuk membantu kebutuhan hidup pekerja terdampak pandemi dan upaya rekoveri kondisi ekonomi pasca pandemi," katanya.
Berita Terkait
-
KPK Mulai Telisik Laporan Dugaan Korupsi Program Kartu Prakerja
-
Koneksi Internet di Daerah Minim, Program Kartu Prakerja Bisa Efektif?
-
Desak Setop Kartu Prakerja, Fadli Zon Bandingkan dengan Anggaran TVRI
-
Desak Kartu Prakerja Disetop, Fadli Zon: Warga Butuh BLT, Bukan Pelatihan
-
Kejanggalan Kartu Prakerja Dibongkar, Sandiaga Uno: Saya Husnuzon Saja
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat