Suara.com - Beredar puisi yang diklaim dibuat pada 1919 tentang adanya pandemi. Puisi misterius tersebut mendadak viral dan diyakini asli.
Akun Facebook atas nama SQ Farm yang petama kali menunggah di media sosial. Dalam penjelasannya, bait-bait puisi ini disebut-sebut merupakan karya seorang sastrawan bernama Kathleen O'Mara pada 1869 dan ditulis ulang pada 1919 tepat 100 tahun yang lalu.
"Puisi pandemik tahun 1919 ini sama seperti kondisi hari ini," tulisnya dalam akun Facebook miliknya.
Berikut isi puisi tersebut:
_Spanish Flu Pandemic_
Dan orang-orang tinggal di rumah
Dan membaca buku
Dan lebih banyak mencoba untuk mendengarkan
Dan mereka beristirahat
Baca Juga: Perginya Didi Kempot, Pembaharu Musik Rakyat Campur Sari di Indonesia
Dan melakukan berbagai latihan baru
Dan membuat karya seni baru dan mencoba memainkannya
Dan belajar cara-cara yang baru
Dan tiba-tiba berhenti dari seluruh aktifitasnya dan mencoba mendengarkan lebih dalam
Ada yang bermeditasi, adapula yang berdoa
Adapula yang hanya merenungi bayangan mereka sendiri
Berita Terkait
-
Pandemi Corona Bikin Satwa-satwa di TMII Kekurangan Stok Pakan
-
Ada Tiga Penumpang Terpapar Corona, KRL Dipastikan Tetap Beroperasi
-
Pakai Hazmat, MCCC Surabaya Tuntut Pemkot dan Pemprov Setop Perselisihan
-
Di Kenya, Korban Meninggal Akibat Banjir Lebih Banyak dari Covid-19
-
Gubernur Banten Ajukan Utang Rp 800 Miliar ke BJB untuk Penanganan Covid?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan