Suara.com - Adanya pandemi virus Corona Covid-19 memberikan dampak kepada seluruh sektor. Tak terkecuali ketersediaan pakan bagi para satwa yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Hal itu diakui oleh Manajer Unit Taman Burung, Museum Komodo, dan Taman Reptil TMII M. Piter Kombo saat dihubungi Suara.com pada Selasa (5/5/2020).
Menurutnya, ada beberapa jenis pakan satwa yang terdampak adanya virus Corona.
"Memang ada beberapa jenis-jenis pakan yang mulai sulit dicari karena memang terdampak daripada kondisi pandemi ini. Karena sumber-sumber pakan dari daerah tidak bisa datang kembali ke Jakarta atau pun jikalau datang dalam jumlah sedikit ya," kata Piter kepada Suara.com.
Piter mengatakan, sementara kondisi para satwa sendiri kekinian dalam keadaan baik dan sehat. Justru malah banyak yang berkembang biak.
"Kami tetap memberikan standar pemeliharaan hewan itu dengan standar yg bain dengan standar yang tinggi sehingga kebutuhan nutrisi-nutrisi-nutrisi satwa-satwa kami tetap tercukup selama masa pandemi Covid ini ke belakang," ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya berharap uluran tangan para donatur memastikan ketersediaan pakan para satwa TMII agar tetap lestari dan terjaga.
"Kami ingin terus berupaya terus memberikan yang terbaik bagi satwa-satwa kami sehingga disini kami membuka peluang untuk donasi bagi sahabat-sahabat satwa bagi para masyarakat bagi pencinta hobi hewan ingin membantu kelestarian satwa-satwa kami di Taman Mini," tuturnya.
"Jadi ini kami buka untuk menjamin ketersediaan pakan dan standar yang tetap tinggi itu sampai dengan bulan Juli pak."
Baca Juga: Modus Tanya Pacar, Dokter AP Remas Payudara hingga Kemaluan Siswi Magang
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas